November 20, 2017

Pendekatan Penilaian Kurikulum 2013

Penilaian  selama ini  cenderung  dilakukan untuk mengukur hasil belajar peserta didik. Dalam konteks ini, penilaian diposisikan seolah-olah sebagai kegiatan yang terpisah dari proses pembelajaran. Pemanfaatan penilaian bukan sekadar mengetahui pencapaian hasil belajar, justru yang lebih penting adalah bagaimana penilaian mampu meningkatkan kemampuan peserta didik dalam proses belajar. 

Penilaian seharusnya dilaksanakan melalui tiga pendekatan, yaitu  assessment of learning  (penilaian akhir pembelajaran), assessment for  learning  (penilaian untuk pembelajaran), dan  assessment as learning (penilaiansebagai pembelajaran). 

Assessment of learning  merupakan penilaian yang dilaksanakan setelah proses pembelajaran selesai. Proses pembelajaran selesai tidak selalu terjadi di akhir tahun atau di akhir  peserta didik menyelesaikan pendidikan pada jenjang tertentu. 

Setiap pendidik melakukan penilaian yang dimaksudkan untuk memberikan pengakuan terhadap pencapaian hasil belajar setelah proses pembelajaran selesai,  yang  berarti pendidik tersebut melakukan assessment of learning. Ujian Nasional, ujian sekolah/madrasah, dan  berbagai bentuk penilaian sumatif merupakan  assessment of learning  (penilaian hasil belajar). 

Assessment for learning dilakukan selama proses pembelajaran berlangsung dan biasanya digunakan sebagai dasar untuk melakukan perbaikan proses belajar mengajar.  Pada  assessment for learning  pendidik  memberikan umpan balik terhadap proses belajar peserta didik, memantau kemajuan, dan menentukan kemajuan belajarnya. 

Assessment for learning  juga dapat dimanfaatkan oleh pendidik untuk meningkatkan performa peserta didik. Penugasan, presentasi, proyek, termasuk kuis merupakan contoh-contoh bentukassessment for learning (penilaian untuk proses belajar). 

Assessment as learning  mempunyai fungsi yang mirip dengan  assessment for learning, yaitu berfungsi sebagai formatif dan dilaksanakan selama prosespembelajaran berlangsung. Perbedaannya,  assessment as learning melibatkan peserta didik secara aktif dalam kegiatan penilaian tersebut. 

Peserta didik di-beri pengalaman untuk belajar menjadi penilai bagi dirinya sendiri. Penilaian diri (self  assessment) dan penilaian antar teman merupakan contoh  assessment  as learning. 

Dalam  assessment as learning peserta didik juga dapat dilibatkandalam merumuskan prosedur penilaian, kriteria, maupun rubrik/pedoman penilaian sehingga mereka mengetahui dengan  pasti apa yang harus dilakukan agar memperoleh capaian belajar yang maksimal. 

Selama ini  assessment of learning paling dominan dilakukan oleh pendidik dibandingkan  assessment for learning  dan  assessment as learning. Penilaian pencapaian hasil belajar seharusnya lebih mengutamakan  assessment as learning dan  assessment for learning  dibandingkan  assessment of learning, sebagaimana ditunjukkan gambar di bawah ini.


Sumber : Panduan penilaian SMP kemendikbud

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon