March 01, 2020

Pengeroyokan di Papua dan Amarah Orang Mandar


Sungguh terusik hati ini. Seorang lelaki dari Polewali Mandar, dipukuli hingga meregang nyawa. Terlihat jelas ia mencoba berlindung di belakang aparat keamanan. Tapi, aparat bersenjata lengkap itu tak mampu melindungi nyawanya.

Ia perantau seperti kita. Mencari pekerjaan untuk menghidupi keluarga. Jauh dari kampung halaman, dan tentulah tak suka membuat masalah. Manusia selalu menghindari masalah, karena itulah tabrakan disebut kecelakaan. Tak pernah namanya kecelakaan disengaja. Kecelakaan buah dari kelalaian, bukan perencanaan.

Kita semua pernah lalai dalam pekerjaan. Kelalaian itu ada hukumnya. Di negara hukum seperti Indonesia, tak pantas orang lalai dihakimi secara brutal. Hingga meregang nyawa di depan penegak hukum sendiri. Terlebih, penghakiman itu ternyata salah sasaran.

Jika masyarakat Mandar marah,itu wajar. Sama wajarnya dengan kemarahan orang-orang indonesia pada umumnya. Ini bukan soal orang Papua dan orang Mandar. Ini soal kemanusiaan yang tercoreng di era beradab.

Bukan hanya karena korban dari mandar yang meletuskan kemarahan. Ini adalah amarah dari rakyat indonesia, amarah karena nilai-nilai ideologi yang kita agung-agungkan itu tercoreng.

Orang Mandar tidaklah ekstrim dalam isu-isu primordial. Di tanah Mandar sendiri, banyak suku-suku lain yang diterima dengan baik. Bergaul seperti saudara mandarnya sendiri. Siapapun yang pernah memberi seteguk air putih, ia adalah saudara. Demikianlah pesan leluhur.

Orang mandar tak suka membuat masalah. Bahkan dianjurkan tidak frontal menghadapi masalah. Leluhur orang mandar berpesan "jika ada masalah menghadang, lewatlah diatasnya. Jika tak bisa, cari jalan di bawahnya. Pun tak bisa cobalah lewat di sampingnya. Dan jika memang tak ada jalan, kuatkan kuda-kudamu, Allah SWT penentunya."

Mungkin Masyarakat Mandar masih menyisakan kepercayaan pada penegak hukum saat ini. Kebiadaban itu harus dihukum seadil-adilnya. Sebelum amarah itu menjelma menjadi kebiadaban dalam bentuk lain.

December 14, 2019

Ketika UN diganti asesmen kompetensi


Menteri mah bebas bro. Mau ganti nama atau ganti bentuk ujian bisa dilakukan. Seorang menteri memang butuh terobosan kok. Kalau menteri itu ikut-ikut saja program menteri lama,  ya ngapain ganti menteri kan?

Salah satu terobosan "Mas Mendikbud" adalah mengganti Ujian Nasional menjadi asesmen kompetensi. Tapi jangan senang dulu ya anak-anak. Asesmen kompetensi ini juga tidak akan semudah ganti nomor WA. Namanya saja susah disebut nenek-nenek kita di kampung. Pastilah istilah ini tetap ada perjuangan di dalamnya.

UN memang sudah lemah dalam mengukur kompetensi kognitif.  Siapa yang melemahkan?.  Ya kita-kita juga kawan.
Beberapa dari kita (termasuk saya mungkin) menyarankan anak-anak beli buku latihan UN. Bahkan, latihan UN yang di buku itu ada yang betul-betul sama dengan ujian Nasional.

Disinilah tujuan ujian itu dimanipulasi. Anak-anak yang seharusnya diukur kompetensi pada level kognitif "analisis" justru menghafal cara penyelesaian soal itu dari buku atau dari bimbingan kita sendiri. Jadinya, soal itu turun level secara alami menjadi "ingatan". Ingatan tidak lain adalah hafalan. Maka wajar kalau sebenarnya kita sedang mencetak generasi 'ambyar'. Susah move on dari "mantan".

Bicara asesmen, mungkin asesmen yang dimaksud Mas Menteri ini sama dengan asesmen kebanyakan. Asesmen kompetensi biasanya didefenisikan sebagai pembuktian sebuah kompetensi. Anak-anak akan membuktikan kompetensinya, seperti pejabat yang mau menduduki jabatan tertentu. Mudah-mudahan "tidak sama".

Salah seorang siswa kemarin bertanya pada saya,
"kompetensi apa yang mau kami buktikan pak? "
Pertanyaan ini tentu tak serta merta, karena mereka telah membaca berita tentang itu.
Jawaban saya tidak rumit. Mereka memang masih SMP, ngapain dijelaskan panjang-panjang. Lagi pula saya takut "ndak nyampe" kalau sok tahu.

"asesmen itu kamu membuktikan kemampuanmu selama belajar di sekolah" jawab saya.

Siswa ini geleng-geleng. Seolah tak yakin dengan kompetensinya. Entah dia tak memahami istilah kompetensi, atau memang tidak tahu kompetensinya. Allah SWT maha tahu kemampuan hambanya. Tidak usah dibahas.

Yang perlu dibahas adalah penekanan asesmem itu sendiri. Pastilah proses yang dilalui anak-anak ini dijadikan pedoman asesmen itu. Ini juga titik masalah, karena proses yang dilalui anak-anak sekolah saat ini adalah diminta menguasai kompetensi per kompetensi. Ada juga sih kompetensi yang saling berkaitan. Maksudnya kalau tidak menguasai kompetensi satu, tidak akan mampu juga pada kompetensi berikutnya. Makanya ada anak-anak itu (kodong) kayak terseok-seok belajar IPA karena tidak tahu membagi bilangan desimal, pecahan, pangkat dan sebagainya. Untungnya anak-anak kita ini bermental baja. Tahu tidak tahu pokoknya tidak alpa. Kasihan juga kalau tidak dikasih nilai (rajin tawwa).

Jika asesmen kompetensi dilakukan, apakah proses menuju raihan kompetensi itu harus berubah? Jelas harus berubah. Apalagi ada slogan #merdekabelajar di dalamnya. Jangan kaget kalau nantinya kurikulum juga ikut berubah. Biarpun sedikit. Kurikulum berubah, guru berubah. Guru berubah sendiri? Mungkim saja,  tapi kebanyakan harus dipaksa berubah.

Perubahan Ujian nasional ke Asesmen kompetensi akan mengubah cara kerja guru juga.  Saya pake istilah "cara kerja" karena lebih baik didengar ketimbang perubahan kurikulum. #jangansenangdulu bapak/ibu. Mari kita bersiap saja. Ini cuma prediksi saya.

Terakhir, soal anak-anak yang 'kodong' itu. Kalau tetap kompetensinya tidak meningkat, apakah tetap dianggap "pengecualian sistem"?. Terserah kita saja. Mau pusing atau tidak 😂😂😂

October 07, 2019

Joker yang Tersisih dan Perlawanan Rakyat Miskin

Anak berkebutuhan khusus dan simbol perlawanan (Joker)
"SPOILER ALERT!"

Seorang guru harus belajar dari kisah Joker. Anak berkebutuhan khusus yang tidak diterima di lingkungan sosial. Sistem pendidikan tidak berpihak padanya. Itulah sebab ia tak punya riwayat pendidikan dalam kurikulum vitaenya. Ia memang tak mau sekolah. Impiannya cuma satu, membuat semua orang tertawa.

Pandangan umum bahwa seorang anak harus bersekolah, mendapat pekerjaan, lalu hidup damai bersama keluarga, tak bisa ia lakukan seperti orang kebanyakan. Perjalanan hidup justru menyeret joker jauh dari impiannya. 

Joker tak pernah lucu di mata orang-orang sekitarnya. Ia dianggap aneh karena tak seperti orang "normal" pada umumnya. Menjadi badutpun ia masih sering dianiaya dan disepelekan.

Terapi pengobatan penyakit psikologisnya harus terhenti karena pemotongan anggaran pemerintah. Ia adalah rakyat kecil yang jadi korban kebijakan umum, kebijakan yang tidak peduli pada pengecualian.

Kontrasnya kesenjangan sosial di kota Gotham membuat ia frustrasi. Ia melihat sekelilingnya, betapa banyak golongan miskin yang dilangkahi mayatnya. Sementara 1 orang meninggal dari golongan kaya menjadi 'headline' media massa berhari-hari.

Joker yang lugu mulai menyadari, bahwa orang-orang itu jahat pada dirinya. Puncaknya, ia lalu melakukan pembunuhan pada sekelompok pemuda yang mengganggu seorang gadis. Ia yang menggunakan riasan badut dicari-cari oleh polisi kota Gotham. Seluruh badut diperiksa.

Di sisi lain, munculnya badut pembunuh orang kaya justru menjadi bahan bakar perlawanan. Demonstrasi besar-besaran terjadi. Rakyat miskin yang selalu menjadi objek kebijakan melakukan protes besar-besaran. Semuanya menggunakan topeng badut. Joker kemudian mendapat tempat sebagai inspirator gerakan besar itu.

June 26, 2019

Tanda Tanda Zonasi Nikah akan Jadi Kenyataan


Zonasi pernikahan sampai hari masih sekedar 'banyolan'. Mungkin kedengaran mengada-ada, tapi kemungkinan ke arah sana ada.

Untuk mengurai kemungkinan itu, mari mulai dari filisofi zonasi: PEMERATAAN. Pemerataan bisa menjadi cikal bakal zonasi nikah. Mengingat  UANG PANAIK yang meningkat secara eksponensial. Semakin hari semakin tinggi. Hasilnya, hanya orang mapan finansial yang sanggup menikah. kira-kira itu yang akan terjadi nanti, jika dibiarkan.

Jika peningkatan uang panaik tidak terkendali, pemerintah tentu takkan tinggal diam atas kekacauan itu. Pemerintah harus mengambil langkah radikal seperti zonasi sekolah saat ini. Tidak boleh ada logika "pasar bebas" dalam cita-cita pemerataan. Semua harus diatur agar tak ada gadis desa yang direbut orang-orang kota kaya, apalagi laki-laki kaya dan bajingan. menjengkelkan.

Baca Juga



Langkah teknis paling mungkin dari zonasi nikah adalah laki-laki harus menerima perempuan dalam zonanya. Laki-laki yang menyeleksi zona, bukan perempuan. Alasannya, karena jumlah perempuan dominan lebih banyak dari laki-laki.

Keuntungannya, perempuan bisa sedikit mengurangi anggaran make-up, apalagi yang bertetangga dengan laki-laki ganteng. Keuntungannya lagi adalah tak perlu habis-habis pulsa data video call, toh jodohnya sudah jelas sejak lahir.

Tidak ada lagi gadis-gadis operasi plastik sana-sini. Toh nikahnya tetap sama tetangga, secantik apapun dia. Kompetisi tak diperlukan. Laki-lakipun tak perlu di-akreditasi karena sudah jelas "pegangan hidupnya". Berilah hukuman bagi laki-laki yang meng-akreditasi dirinya. Seperti sekolah yang mengaku mendukung pemerataan tapi memajang di gerbang dan kop surat AKREDITASI A, bede.

Lalu bagaimana dengan cinta?

Percayalah, cinta akan beradaptasi dengan zonasi. Seperti zaman dulu, saat transportasi dan komunikasi belum lancar. Orang menikah dengan sekampung atau keluarganya saja. Jikapun ada yang keluar kampung, itu semacam jalur prestasi.
Cinta akan kembali ke hakikinya, sebelum beradaptasi mengikuti perkembangan komunikasi dulu.

Tak usah protes kalau kebijakan zonasi nikah betul-betul diberlakukan. Itu lebih baik dari pada saat ini. Mungkin kalian tidak sadar, saat ini menikah di-zonasi berdasarkan kelas ekonomi. "Jalur prestasi" dimana si kaya menikahi si miskin hanya 0.000001 % kemungkinannya. Kecuali drama korea, banyak sekali, tapi itu fiksi.

"Wahai anak muda, lawanlah kenaikan Uang Panaik. Kalau tidak, Zonasi Nikah akan benar-benar nyata."😂

#wangsitmalamkamis

April 29, 2019

Pilpres Itu adalah

Setiap peristiwa ada klimaksnya. Semua akan kembali ke titik normal. Pada waktunya. Demikian juga peristiwa politik. Berjalan seperti biasa. Guru-guru tetap memegang spidol. Petani tetap menggarap lahan. Pedagang masih setia berjualan. Kuli-kuli bangunan masih tetap bekerja keras.
Lalu apa yang berubah?
Yang berubah adalah golongan anu. Si anu akan jadi menteri. Si anu akan memegang proyek triliunan. Si anu akan jadi pejabat di sana atau di sini. Si anu menunggu balas budi.
Begitulah, arah angin saja yang berubah. Hanya pohon-pohon tinggi yang terkena tiupannya. Sementara rumput-rumput hanya menonton goyangan pohon tinggi. Berdoa agar tak tumbang, agar rumput-rumput ini tak mati tertindih.

Baca Juga


Ada juga golongan anu yang cerdas. Punya ide-ide cemerlang, diiya-iyakan oleh sang tuan. Tapi idenya mati di tengah jalan, tertusuk duri-duri undang-undang ini itu, peraturan ini itu, kerugian ini itu. Golongan anu satu ini tak mampu berbuat apa-apa.
Yang paling menyedihkan adalah mereka yang fanatik. Berdebat keras dengan amunisi ego. Tak dibayar, karena ego memang selalu gratis. Mereka ini seperti burung-burung kecil, terbang tinggi tak sanggup, terbang rendah pun tak enak. Sesekali mereka diberi makan dari buah pohon besar, kadang juga diperangkap untuk dipelihara.
Jargon perubahan tak pernah sepi. Tertulis di baliho besar. Baliho yang nantinya jadi kandang ayam atau alas tidur para tuna wisma. Perubahan itu tak berhenti adanya. Tanpa dijanjikan pun tetap akan ada perubahan. Hanya orang-orang bodoh yang menjanjikan matahari terbit di pagi hari. Sama bodohnya dengan yang mau dijanji.
Si anu akan kembali pada musimnya. Membawa angin timur atau barat, selatan atau utara, tergantung dimana dia diuntungkan. Siklus yang tak pernah berhenti. Siklus yang terperangkap dalam sistem. Orang-orang yang berniat baik pun terperangkap dalam sistem itu. Dipaksa memainkan permainan "serang-serangan" jika ingin menang. "caleg miskin" akan selamanya jadi keajaiban, karena mesin politik tidak jalan dengan daun-daun.
Mari kita menjaga akal sehat kita. Agar tak menjadi rumput yang tertindih pohon tumbang. Agar tak menjadi burung kecil yang berkicau saat lapar. Apalagi menjadi sapi pemakan rumput, demi menghasilkan susu untuk sang tuan.

March 02, 2019

Akhirnya Gurulah yang Berkarakter


Sebenarnya karakter siapa yang berubah sejak pendidikan karakter digaungkan?. Kelihatannya guru malah yang bergeser karakternya. Guru seperti dipaksa berkompromi dengan anak-anak yang mengganggu teman saat belajar. Memaklumi mereka yang meneriaki guru dengan panggilan "anu". Yang membantah pernyataan guru dengan nada tinggi.
Jangan kira suara mereka meninggi saat ditegur di depan teman-temannya saja. Bahkan ketika dipanggil baik-baik empat mata pun sama saja. Gugur teori di buku-buku. Sopan santun sebagai karakter orang Indonesia dimana?
Ini realita. Siswa mana saat ini yang tidak membantah walaupun kedapatan memanjat pagar, atau jelas-jelas bolos tapi mengaku hadir. Percayalah, ada yang seperti itu. Mereka ini kalau ditegur malah lebih dulu marah. Tidak hanya di sekolah, beberapa orang tua siswa juga mengaku menyerah pada bantahan anaknya.
Saat siswa semakin keras membantah. lalu meneriaki guru di depan teman-temannya. Apa yang harus dilakukan oleh guru?. Ikut marah maka raga terpenjara, bersikap biasa justru jiwanya yang terpenjara.

Baca Juga


Konsep pedagogik mana yang tepat saat ini?. Konsep yang mana kawan?. Pendekatan personal apa yang cocok sementara guru menghadapi ratusan siswa dalam kelas klasikal?. Bingung saya kawan. Bantu saya. Katanya "kunci kemajuan adalah tegaknya aturan". Tapi kunci penjara ada di penegakan aturan. Macam mana ini?.
Guru seperti pendekar yang kehilangan jurus. Seperti Wong Fei Hung yang dipotong rambutnya. Gambar Pattimura tanpa parang. Mie instan tanpa bumbu. Coto tanpa sendok. Banyak lagi perumpamaan yang cocok. Macam mana mau menegakkan aturan.
Apakah solusinya pembuktian administrasi?. Hingga itu yang selalu diwanti-wanti. Atau memang kita tidak siap dengan revolusi industri?. Jawab dong.
Harapan mengubah karakter siswa malah berbalik arah. Guru yang berubah karakternya. Guru cari aman, hanya perlu menikmati gaji dan tunjangan. Kemudian pulang kampung di libur semester.

January 31, 2019

STOP GURU HONORER, OUTSOURCHING JALAN TERUS

Di sebuah sekolah nan jauh dari "sentral peristiwa", kebutuhan guru tinggi, sementara ketersediaan tenaga guru dibawah level harapan. Ketika tiba-tiba penerimaan honorer di sekolah itu dihentikan, maka kekurangan guru menjelma menjadi kehilangan guru.
Penerimaan CPNS sebagai harapan nyata, masih tak merata penempatannya. Masih ada lubang-lubang kosong yang tak tertutupi. Merekrut tenaga honorer sudah diharamkan, hingga guru yang ada harus bekerja ekstra, yang entah bagaimana hasilnya.
Penghentian rekruitmen guru honorer harus kita akui sebagai kontrol untuk menjaring Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Terlihat sangat baik dan solutif. Akan tetapi, di sekolah nan jauh, yang kuceritakan di awal paragraf, terlahir "monster". Monster yang memberi kegamangan pada para pengisi kekosongan di sekolah itu.
Sekolah yang kekurangan guru itu, terpaksa merekrut outsourching (pekerja lepas). Inilah monsternya. Mereka direkrut tanpa perjanjian atau kejelasan waktu, apalagi kejelasan masa depan. Guru honorer hanya berstatus sebagai guru pengganti. Tak seperti pemain pengganti pada sepak bola, guru pengganti tak digaji jika tak bermain. Sedih sekali, karena menjadi guru honorer atau pengganti tak akan pernah memberi finansial yang baik. Sejak dulu.

Baca Juga


Guru pengganti (pekerja lepas) akan semakin jauh dari kesejahteraan. Polemik kesejahteraan yang tak pernah selesai dan akan semakin tak selesai dengan hadirnya sistem outsourching. Keadilan sosial macam apa ini?.
Dunia ini terlalu "kapital" untuk mempertahankan kata "pengabdian". Sepatu mengkilap dari para "fresh graduate" semakin lama semakin kusam, lalu robek, alasnya pupus hingga terlepas. "pengabdian" tertinggal di persimpangan waktu, atau mungkin berpi dah ke dimensi lain di luar ruang dan waktu.
Seharusnya negeri ini tak kekurangan guru. Melihat peningkatan jumlah perguruan tinggi kependidikan sejak 2005 lalu, calon guru melimpah tapi tetap kekurangan guru. Ada apa?. Sekali lagi kalimat ini harus diulangi, "dunia terlalu kapital untuk kata pengabdian".
Memang masih ada yang bertahan dengan pengabdian, mungkin itulah penyangga terakhir pendidikan kita masih berdiri sampai hari ini. Semoga penyangga ini tak cepat rapuh atau selalu ada penggantinya.

December 27, 2018

Teknik Penyusunan Kisi Kisi Soal untuk Guru

Kisi-kisi adalah suatu format atau matriks yang memuat informasi yang dapat dijadikan sebagai pedoman untuk menulis soal atau merakit soal menjadi tes. Kisi-kisi disusun berdasarkan tujuan penggunaan tes. Penyusunan kisi-kisi merupakan langkah penting yang harus dilakukan sebelum penulisan soal.

Dengan adanya kisi-kisi, penulis soal akan menghasilkan soal-soal yang sesuai
dengan tujuan dan perakit soal akan lebih terarah dalam merakit tes. Bila beberapa penulis soal menggunakan satu kisi-kisi, akan dihasilkan soal-soal yang relatif sama  (paralel) dari tingkat kedalaman dan cakupan materi yang ditanyakan.

Kisi-kisi tes prestasi akademik harus memenuhi persyaratan berikut.

  1. Mewakili isi kurikulum yang akan diujikan. 
  2. Komponen-komponennya rinci, jelas, dan mudah dipahami. 
  3. Indikator soal harus jelas dan dapat dibuat soalnya sesuai dengan bentuk soal yang telah ditetapkan.

Komponen-komponen yang diperlukan dalam sebuah kisi-kisi disesuaikan dengan tujuan tes. Komponen kisi-kisi terdiri atas komponen identitas dan komponen matriks. Komponen identitas diletakkan di atas komponen matriks.

Contoh komponen identitas yang dimasukkan adalah jenis/jenjang sekolah, program studi/jurusan, mata pelajaran, tahun ajaran, kurikulum yang diacu, alokasi waktu, jumlah soal, dan bentuk soal. Komponen-komponen matriks berisi kompetensi dasar yang diambil dari kurikulum, kelas dan semester, materi, indikator, dan nomor soal.

Berikut ini adalah diagram yang menggambarkan proses penjabaran kompetensi dasar (KD) menjadi indikator.



Keterangan diagram : 
Kompetensi dasar  :  Kemampuan minimal yang harus dikuasai peserta didik setelah mempelajari materi pelajaran tertentu. KD  ini diambil dari kurikulum.

Materi  :  Materi/konsep  yang harus dikuasai  peserta didik berdasarkan  KD  yang akan diukur. Penentuan materi disesuaikan dengan indikator yang akan disusun.

Indikator  :  Berisi ciri-ciri perilaku yang dapat diukur sebagai petunjuk  ketercapaian  KD. Indikator ini yang akan dijadikan acuan dalam  membuat soal.  Indikator dirumuskan sesuai dengan tingkat kompetensi yang akan dicapai dalam KD.

Diagram di atas menunjukkan bahwa seorang  penyusunkisi-kisi  dalam menjabarkan KD menjadi indikator perlu melalui langkah-langkah berikut:

  1. Memilih KD yang akan diukur; 
  2. Menentukan materi; 
  3. Membuat indikator yang mengacu pada  KDdengan memperhatikan materi/konsep yang dipilih.

Karena keterbatasan jumlah soal, kadang-kadang   perlu memilihKD yang esensial. Adapun kriteria pemilihan KD yang esensial adalah:

  • Merupakan  KD  lanjutan/pendalaman dari satu  KD  yang sudah dipelajari sebelumnya. 
  • Merupakan KD penting yang harus dikuasai peserta didik. 
  • Merupakan KD  yang sering diperlukan untuk mempelajari mata pelajaran lain. 
  • Merupakan KD yang berkesinambungan yang terdapat pada semua jenjang kelas. 
  • Merupakan KD yang memiliki nilai terapan  tinggi dalam kehidupan sehari-hari.

Kriteria indikator 

  1. Memuat ciri-ciri KD yang akan diukur. 
  2. Memuat kata kerja operasional yang dapat diukur  (satu kata kerja operasional untuk soal pilihan ganda, satu atau lebih dari satu kata kerja operasional untuk soal uraian). 
  3. Berkaitan dengan materi/konsep yang dipilih. 
  4. Dapat dibuat soalnya sesuai dengan bentuk soal yang telah ditetapkan. 

Komponen-komponen  indikator soal  yang perlu diperhatikan adalah subjek, perilaku yang akan diukur, dan kondisi/konteksnya.

(Sumber : Materi Workshop Puspendik 2016)

December 08, 2018

Konsep dan Level Pembelajaran Inkuiri


Untuk memahami konsep pembelajaran Inkuiri, ada baiknya kita menyimak definisi tentang inkuiri sebagai berikut :


  • Inkuiri ilmiah mengacu pada beragam cara di mana ilmuwan mempelajari alam dan mengajukan penjelasan berdasarkan bukti yang berasal dari penyelidikan mereka. Inkuiri juga mengacu pada kegiatan peserta didik dalam mengembangkan pengetahuan dan pemahaman akan gagasan ilmiah, serta pemahaman tentang bagaimana ilmuwan mempelajari alam. (National Science Education Standards – NRC, 1995).

  • Inkuiri ilmiah adalah cara ampuh untuk memahami sains. Peserta didik belajar bagaimana mengajukan pertanyaan dan menggunakan bukti untuk menjawabnya. Dalam proses pembelajaran inkuiri, peserta didik belajar melakukan penyelidikan dan mengumpulkan bukti dari berbagai sumber, mengembangkan penjelasan dari data, mengomunikasikan dan mempertahankan kesimpulan mereka." (National Science Teachers Association – NSTA)


Berdasarkan dua definisi tersebut maka pembelajaran inkuiri memberi kesempatan kepada peserta didik untuk mengajukan pertanyaan, merencanakan penyelidikan untuk menjawab pertanyaan, mengumpulkan data/ bukti berdasarkan hasil penyelidikan atau dari berbagai sumber, mengomunikasikan, dan mempertahankan hasil penyelidikannya.

Kegiatan pembelajaran “berorientasi pada inkuiri” membekalkan kemampuan pada peserta didik untuk melakukan inkuiri ilmiah yang terdiri atas: mengidentifikasi pertanyaan yang mengarahkan pada suatu penyelidikan ilmiah, merancang dan melakukan penyelidikan ilmiah, menggunakan teknologi dan matematika untuk memperbaiki penyelidikan, merumuskan dan merevisi penjelasan ilmiah dengan menggunakan logika dan bukti, mengenali dan menganalisis penjelasan dan model alternatif, serta mengomunikasikan dan mengajukan argumen ilmiah.

Hal ini sejalan dengan keterampilan Proses Sains menurut Conceptual Framework for New Science Education Standards (2011) yaitu:

1) Mengajukan pertanyaan (untuk ilmu pengetahuan) dan mendefinisikan masalah (untuk rekayasa)
2) Mengembangkan dan menggunakan model
3) Merencanakan dan melakukan investigasi
4) Menganalisis dan menafsirkan data
5) Menggunakan matematika dan berpikir komputasional
6) Membangun penjelasan (untuk ilmu pengetahuan) dan merancang solusi (untuk rekayasa)
7) Terlibat dalam argumentasi ilmiah berdasarkan bukti
8) Mendapatkan, mengevaluasi, dan mengomunikasikan informasi

Wenning (2005a, 2010) memperkenalkan Model Tingkat Penyelidikan untuk pengajaran sains dan kemudian menjelaskan urutan pembelajaran terkait. Menurut Wenning (2012) secara sistematis menangani berbagai level of inquiry: discovery learning, interactive demonstrations, inquiry lessons, inquiry labs, and hypothetical inquiry (disebut juga inquiry spectrum), guru akan membantu peserta didik mengembangkan yang lebih luas. Berbagai keterampilan proses intelektual dan ilmiah. Sekarang termasuk dalam spektrum inkuiri adalah aplikasi dunia nyata dengan dua variannya - memecahkan masalah di akhir bab dan memecahkan masalah yang autentik.

Proses pembelajaran pada setiap level of inquiry diuraikan sebagai berikut :

1. Discovery Learning

Fokus pembelajaran penemuan bukanlah untuk menemukan aplikasi untuk pengetahuan, melainkan pada membangun konsep dan pengetahuan berdasarkan  pengalaman belajar peserta didik. Dengan demikian, discovey learning menggunakan refleksi sebagai kunci untuk memahami konsep.

Guru memperkenalkan sebuah pengalaman sedemikian rupa untuk meningkatkan relevansi atau maknanya, menggunakan serangkaian pertanyaan selama atau setelah pengalaman untuk membimbing peserta didik mencapai kesimpulan tertentu, dan memberi pertanyaan kepada peserta didik untuk mendiskusikan langsung yang berfokus pada masalah atau kontradiksi yang nyata.

Dengan menggunakan penalaran induktif, peserta didik membangun hubungan atau prinsip sederhana berdasarkan hasil pengamatan yang dipandu guru.

2. Interactive Demonstration

Demonstrasi interaktif umumnya terdiri dari seorang guru yang memanipulasi (mendemonstrasikan) peralatan dan kemudian mengajukan pertanyaan menyelidik tentang apa yang akan terjadi (prediksi) atau bagaimana sesuatu yang mungkin terjadi (penjelasan). Guru bertugas melakukan demonstrasi, mengembangkan dan mengajukan pertanyaan menyelidik, memunculkan tanggapan, meminta penjelasan lebih lanjut, dan membantu peserta didik mencapai kesimpulan berdasarkan bukti. Guru akan mendapatkan permasalahan yang muncul dari peserta didik. Guru memodelkan prosedur ilmiah yang sesuai pada tingkat yang paling mendasar, sehingga membantu peserta didik belajar secara implisit mengenai proses penyelidikan.

3. Inquiry Lesson

Dalam banyak hal, Inquiry Lesson serupa dengan demonstrasi interaktif. Namun, ada beberapa perbedaan penting. Dalam Inquiry Lesson, penekanan secara halus beralih ke bentuk percobaan ilmiah yang lebih kompleks. Guru masih berperan memberikan panduan, fasilitator, dan menggugah pertanyaan. Bimbingan diberikan secara tidak langsung dengan menggunakan strategi tanya jawab yang tepat.

Guru memfasilitasi peserta didik untuk merencanakan percobaan sendiri, mengidentifikasi dan mengendalikan variabel. Guru secara eksplisit dengan memberikan panduan tentang saintifik proses melalui pertanyaan pembimbing. Guru memodelkan proses intelektual mendasar dan menjelaskan pemahaman mendasar tentang saintifik inkuiri sementara peserta didik belajar dengan mengamati, mendengarkan, dan menanggapi pertanyaan. Proses pembelajaran pada level ini mengajak peserta didik “berpikir keras” (think aloud).

Pendekatan ini akan lebih membantu peserta didik memahami proses inkuri. Inquiry Lesson ini penting untuk menjembatani kesenjangan antara demonstrasi interaktif dan Inquiry Lab. Hal ini terjadi karena tidak beralasan untuk mengasumsikan bahwa peserta didik dapat menggunakan pendekatan eksperimental yang lebih canggih sebelum mereka mengenalnya.

4. Inquiry Labs

Inquiry Lab adalah kegiatan membimbing peserta didik lebih mandiri dalam mengembangkan dan melaksanakan rencana eksperimen dan mengumpulkan data yang sesuai. Data ini kemudian dianalisis untuk menemukan hukum - hubungan yang tepat antara variabel. Pendekatan Inquiry Lab melibatkan aktivitas peserta didik sebagai berikut:


  • Didorong oleh pertanyaan yang membutuhkan keterlibatan intelektual berkelanjutan dengan menggunakan kemampuan berpikir tingkat tinggi untuk pemikiran independen;
  • Fokuskan kegiatan peserta didik dalam pengumpulan dan data untuk menemukan konsep, prinsip, atau hukum baru yang bergerak dari konkret menjadi abstrak;
  • Meminta peserta didik untuk membuat desain eksperimental mereka sendiri; mewajibkan peserta didik untuk mengidentifikasi, membedakan, dan mengendalikan variabel-variabel penting dan dependen; dan mendorong peserta didik memiliki keterampilan dan kemampuan saintifik inkuiri;
  • Biasanya memungkinkan peserta didik belajar dari kesalahan prosedur; memberikan waktu dan kesempatan bagi peserta didik untuk membuat dan memperbaiki kesalahannya;
  • Menggunakan prosedur yang jauh lebih konsisten dengan praktik ilmiah otentik; 


5. Real-world Applications

Dalam pembelajaran level berikutnya peserta didik menerapkan apa yang telah mereka pelajari melalui pengalaman ke situasi baru. Mereka menemukan jawaban yang berkaitan dengan masalah otentik saat bekerja secara individu atau dalam kelompok kooperatif dan kolaboratif dengan menggunakan pendekatan berbasis masalah & berbasis proyek.

Kegiatan ini mengarahkan peserta didik bagaimana sebenarnya para ilmuwan dalam memecahkan masalah. Dalam pembelajaran berbasis masalah atau berbasis proyek akan berfungsi untuk melatih peserta didik dalam menggunakan konsep, prinsip, dan hukum dalam memecahkan masalah sehari-hari/ kontekstual.

6. Hypothetical Inquiry

Pada level ini memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengajukan hipotesis dan pengujian. Hypothetical Inquiry perlu dibedakan dari membuat prediksi, perbedaan yang tidak dipahami banyak guru fisika atau dengan peserta didik mereka. Prediksi adalah pernyataan tentang apa yang akan terjadi mengingat satu set kondisi awal.

Contoh prediksi adalah, "Ketika saya dengan cepat meningkatkan volume gas, suhunya akan turun." Prediksinya tidak memiliki kekuatan penjelasan apa pun, meskipun mungkin deduksi logis berasal dari hukum atau pengalaman. Hipotesis adalah penjelasan sementara yang dapat diuji secara menyeluruh, dan hal itu dapat mengarahkan penyelidikan lebih lanjut. Contoh hipotesis mungkin karena senter gagal bekerja karena baterainya sudah mati.

Untuk menguji hipotesis ini, seseorang mungkin mengganti baterai yang sudah soak/rusak dengan baterai baru. Jika itu tidak berhasil, hipotesis baru dihasilkan. Hipotesis terakhir ini mungkin berkaitan dengan kontinuitas rangkaian seperti bola lampu yang terbakar atau kabel yang putus. Hypothetical Inquiry berhubungan dengan memberikan dan menguji penjelasan (biasanya “bagaimana”, bukan “mengapa”), untuk menjelaskan hukum atau pengamatan tertentu.

Baca Juga



Keuntungan pembelajaran dengan Level of inquiry (LOI) adalah


  • Urutan pembelajaran LOI  memberikan struktur pembelajaran peserta didik yang berorientasi pada potensi peserta didik. 
  • Guru dapat dengan lebih cepat merencanakan serangkaian pelajaran yang berorientasi pada penyelidikan yang koheren. 
  • Peserta didik mengalami semua fase penyelidikan yang bergerak dari dasar sampai pada tingkat tinggi. 
  • Peserta didik dapat memahami sains sebagai produk dan proses.

Tahapan pembelajaran berbasis inkuiri ini dapat dilakukan sepenuhnya dari tahap pertama discovery learning sampai tahap enam hypothetical inquiry, namun bisa juga tidak sampai level tertinggi, hal ini disesuaikan dengan karakteristik konten sainsnya.
Keterampilan Sains dan Keterampilan Intelektual yang dilatihkan pada pada Pembelajaran Berbasis Inkuiri

1. Rudimentary Skills (paling erat kaitannya dengan Discovery Learning)

* Klasifikasi (penalaran induktif) - Mengkategorikan fenomena berdasarkan kesamaan, atribut yang berbeda, atau kriteria lainnya. Misalnya, mengelompokkan objek berdasarkan sifat yang dapat diamati.

* Konseptualisasi (penalaran induktif) - Menggunakan observasi kritis terhadap fenomena spesifik suatu fenomena untuk menciptakan sebuah abstraksi yang dikenal sebagai sebuah konsep.

* Concluding (penalaran induktif) - Membuat data kualitatif sederhana dengan menggunakan penalaran ilmiah untuk menetapkan pernyataan ‘jika-maka’ atau hubungan serupa berdasarkan kesamaan.

* Kontekstualisasi (penalaran induktif) - Setelah diperkenalkan pada sebuah topik, peserta didik diminta untuk melakukan brainstorming contoh fenomena tertentu.

* Ordering (penalaran induktif) - Mengatur set objek secara berurutan dengan menggunakan karakteristik umum.

* Generalisasi (penalaran induktif) - Membuat pernyataan umum dengan menyimpulkan dari kasus tertentu. Menggunakan pengamatan kritis terhadap contoh spesifik suatu fenomena untuk menghasilkan asas kualitatif yang menggambarkan hubungan antar variabel.

* Permasalahan (penalaran induktif) - Mengidentifikasi secara umum masalah - apakah itu pertanyaan, kebutuhan, ketidakpastian, atau keinginan - yang memerlukan resolusi. Setelah meninjau kembali contoh-contoh fisik dari topik yang sedang diperkenalkan, para peserta didik mengidentifikasi satu atau lebih masalah yang membutuhkan solusi.

2. Keterampilan Dasar - (paling erat kaitannya dengan Demonstration Interactive)

* Memperkirakan/ Estimating (penalaran deduktif) - Menentukan kira-kira melalui perhitungan atau proses penalaran lainnya memperkirakan nilai suatu kuantitas atau tingkat fenomena yang sedang dipertimbangkan.

* Menjelaskan/ Explaining (penalaran induktif) - Menghipotesiskan, menerjemahkan, menafsirkan, atau membuat jelas dengan memberikan detail, informasi, atau gagasan tambahan.

* Memprediksi (penalaran deduktif) - Meramalkan apa yang akan terjadi atau akan menjadi konsekuensi suatu peristiwa atau tindakan di bawah keadaan atau kondisi tertentu dengan menggunakan bukti empiris selama proses ekstrapolasi.

* Menggunakan pemikiran kondisional (penalaran deduktif) - Menggambar kesimpulan dari pernyataan ‘jika-maka’.

3. Intermediate Skills – (paling erat kaitannya dengan Inquiry Lesson) 

* Menerapkan informasi (penalaran deduktif) - Mengatasi masalah dalam situasi baru dengan menerapkan pengetahuan, fakta, teknik dan peraturan yang telah diperoleh sebelumnya dengan cara yang berbeda. Misalnya, informasi dari pengalaman sebelumnya dengan sebuah fenomena yang digunakan untuk mengembangkan eksperimen.

* Menggambarkan hubungan (penalaran induktif) - Mengidentifikasi dan meringkas hubungan (jika-kemudian pernyataan, hukum, dll.) Dalam bentuk fisik terukur termasuk karakteristik atau kualitas yang relevan.

* Membuat data kuantitatif sederhana (penalaran induktif) - Memeriksa data untuk mencari dan mengidentifikasi tren dan kemungkinan hubungan fisika atau matematis dengan menggunakan pendekatan seperti grafik atau korelasi.

* Menggunakan pemikiran kombinatorial (penalaran induktif) - Penalaran semua kemungkinan kombinasi, identifikasi semua kemungkinan cara di mana sejumlah variabel dalam sistem tertentu dapat berinteraksi.

* Menggunakan pemikiran korelasional (penalaran induktif) - Mengakui atau menolak adanya hubungan sebab-akibat meskipun ada kejadian yang bersamaan (kebetulan). Misalnya, peserta didik dapat menjelaskan bahwa sementara korelasi tidak menunjukkan sebab-akibat, kurangnya korelasi yang menunjukkan kurangnya penyebab.

4. Keterampilan Terintegrasi - (paling erat kaitannya dengan Inquiry Laboratory)

* Mendefinisikan dengan tepat masalah yang harus dipelajari (penalaran induktif) - Jelas menyatakan, setelah meninjau bukti empiris, sebuah masalah yang membutuhkan solusi.

* Mendefinisikan secara tepat sistem yang akan dipelajari (penalaran deduktif) - Menganalisis dan mengidentifikasi semua bagian interaksi dari fenomena fisika termasuk kejadian di lingkungan sekitar yang terkait dengan pertanyaan yang harus dijawab melalui eksperimen.

* Merancang dan melakukan penyelidikan ilmiah yang terkontrol (penalaran deduktif) - menetapkan hanya satu variabel independen dan satu variabel dependen pada satu waktu, menetapkan semua variabel terkait lainnya yang konstan selama percobaan.

* Menafsirkan data kuantitatif untuk menetapkan hukum yang menggunakan logika (penalaran induktif) - Menggunakan grafik atau representasi lainnya untuk menganalisis konsekuensi dari perubahan variabel independen terhadap variabel dependen sehingga dapat mengidentifikasi prinsip.

5. Culminating Skills – (paling erat kaitannya dengan Real-world Applications)

Menggunakan penalaran kausal untuk membedakan kejadian dari sebab dan akibat (penalaran induktif) - Hanya karena dua hal bersifat sementara, tidak berarti ada mekanisme kausal.

Menggunakan penalaran kausal untuk membedakan korelasi dari sebab dan akibat (penalaran induktif) - Sama seperti satu hal meningkat saat kenaikan atau penurunan lainnya dan sebaliknya tidak selalu ada hubungan sebab-akibat.  Hanya bila percobaan terkontrol dilakukan, seseorang dapat mengatakan bahwa hubungan semacam itu didukung oleh bukti.

Menggunakan data dan matematika dalam pemecahan masalah dunia nyata (penalaran deduktif)

- Penting untuk tidak hanya mengetahui matematika, tapi tahu bagaimana dan kapan menerapkannya pada masalah dunia nyata. Ini bisa berkisar dari menafsirkan grafik dengan benar hingga membuat perhitungan sederhana untuk menarik kesimpulan.

Merangkum untuk tujuan membenarkan secara logis kesimpulan berdasarkan bukti empiris. (Penalaran deduktif) - Menjelaskan dalam bentuk keputusan yang dapat dipahami yang dikembangkan melalui analisis beberapa fenomena spesifik. Misalnya, menggunakan simbol atau kata untuk ditulis dan/atau lisan membentuk makna seperangkat pengamatan, seperti formulasi hubungan lisan ("Jika ... maka ..." atau " ______ meningkat, maka ______ berkurang."), Atau representasi sederhana dari persamaan, rasio, grafik, atau gambar.

Menggunakan penalaran proporsional untuk membuat prediksi (penalaran deduktif) - Dengan adanya hukum matematika dan perubahan variabel, meramalkan dengan tepat konsekuensi dari perubahan tersebut.

Menentukan apakah jawaban atas suatu masalah atau pertanyaan masuk akal termasuk ukuran dan / atau unit (penalaran deduktif).

6. Advanced Skills – (paling erat kaitannya dengan Hypothetical Inquiry)

* Menghasilkan prediksi melalui proses deduksi (penalaran deduktif) - Menggunakan dugaan kebenaran sebuah hukum, prinsip, atau penjelasan hipotetis untuk meramalkan hasil dari situasi tertentu.

* Menghasilkan dan mengevaluasi analogi (penalaran induktif) - Mendefinisikan analogi ke beberapa sistem dan kemudian menentukan kesesuaian berbagai gambaran  komparatif dalam sistem yang dianggap analog.

* Berpikir secara analogis (penalaran induktif) - Menggunakan penalaran berdasarkan gagasan bahwa dua hal serupa dalam banyak hal jika tidak semua cara memungkinkan kesimpulan yang dihasilkan dalam satu domain diterapkan ke domain lain.

* Berpikir untuk mengasimilasi konsep (penalaran induktif) - Ini adalah tipe pemikiran yang menghuni peserta didik saat mereka berusaha memahami pengamatan atau gagasan, dan menghubungkannya atau mendamaikannya dengan pengetahuan yang mereka miliki.

* Berpikir secara deliberatif (penalaran deduktif) - Jenis penalaran ini mengharuskan peserta didik untuk menyimpulkan konsekuensi dari kesimpulan atau penilaian mereka mulai dari konsep, prinsip, hukum, dan sebagainya. Peserta didik akan membuat prediksi berbasis hipotesis, dan menguji prediksi tersebut untuk melihat apakah data mendukung atau sebaliknya.

* Berpikir secara reflektif (penalaran induktif) - Jenis penalaran ini mengharuskan peserta didik untuk menarik kesimpulan berdasarkan bukti, merumuskan keputusan menggunakan logika, dan membuat penilaian berdasarkan nilai yang sesuai.


Demikianlah pemeparan ringkas tentang konsep dan level pembelajaran inkuiri serta keterampilan sains dan intelektual yang dilatih dalam pembelajaran inkuiri.

Semua materi diatas didapatkan pada Pelatihan Diseminasi Pembelajaran IPA oleh PPPPTK IPA yang disusun oleh Ida Kaniawati FPMIPA UPI.

November 28, 2018

Catatan Seminar Literasi Digital kabupaten Nunukan Tahun 2018

Catatan ini lahir setelah mengikuti Seminar Literasi Digital  oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak bekerjasama dengan Indonesian Women IT Awareness (IWITA) dan difasilitasi oleh Himpunan Mahasiswa Pelajar Sebatik (HIPMATIK) di Kabupaten Nunukan.

Martha Simanjutak, SE. MM
(Founder IWITA)
Persoalan perempuan dan  anak di Indonesia masih belum selesai sampai hari ini. Semakin kompleks, mengingat saat ini dunia telah diekspansi oleh teknologi digital. Sejak penggunaan smartphone menyebar luas dari kota hingga ke pedalaman, media sosial menjadi lumrah. Hampir setiap orang memiliki akun media sosial, terutama generasi yang lahir dari tahun 2005 hingga 2010.

Ancaman datang tak terelakkan, media sosial tidak seperti koran atau media massa lainnya. Media sosial tidak punya filter yang kuat terhadap konten-konten negatif. Konten negatif seperti berita HOAKS, cyber bullying dan hate speech berkembang liar dan diakses oleh siapa saja, tak terkecuali perempuan dan anak-anak.

Produksi konten negatif tidak hanya dilakukan di media sosial. Produksi konten negatif bahkan bisa bersumber dari blog dan website yang dibuat untuk kepentingan tertentu. Bahkan berita HOAKS telah menjelma menjadi industri, sebut saja Saracen, kelompok penyebar berita palsu yang dibayar pihak tertentu.

Masalah lain dari media Media sosial adalah pelanggaran privasi. Ada begitu banyak data pribadi yang terekspos baik sengaja maupun tidak sengaja ke media sosial. Data-data dan foto-foto pribadi yang di unggah ke media sosial kadangkala digunakan untuk hal negatif oleh orang lain.

Sebuah ironi, karena media sosial yang seharusnya menjadi tempat berinteraksi dengan teman-teman jauh justru menjadi tempat datangnya model kejahatan baru.

Kabupaten Nunukan Provinsi kalimantan Utara, juga tak luput dari fenomena diatas. Sebagai contoh peristiwa satu tahun yang lalu, tentang berita penculikan anak di Sebatik. Berita ini menyebar dengan cepat melalui Facebook dengan caption hujatan dan marah. Seantero Nunukan heboh, foto anak dan seorang laki-laki itu juga berseliwerang di berbagai grup Whatsapp dengan kata-kata menghakimi. Tak berselang lama, anak dan laki-laki itu diamankan oleh polisi.

Sangat mengejutkan, karena keduanya ternyata ayah dan anak kandungnya. Belakngan, netizen Nunukan tahu bahwa persoalan itu adalah persoalan rumah tangga. Ibu dari anak itu tidak rela anaknya dibawa bekas suaminya.

Cerita di atas memberi pelajaran berharga tentang pentingnya literasi digital. Rendahnya kemampuan literasi digital di perbatasan dipaparkan oleh Dr. Nurbaya, S.Si. MP dalam seminar Literasi Digital di Kabupaten Nunukan.   Rendahnya SDM dan kerasnya tsunami informasi menciptakan pertarungan yang tidak seimbang. Untuk itu, msyarakat Nunukan harus memahami literasi digital.

Untuk memahami literasi digital, Martha Simanjuntak, SE MM, founder IWITA (Indonesian Women Information Awareness), menyederhanakan dengan istilah “Baper” . Baper adalah singkatan dari baca, pelajari, renungkan. Artinya, saat anda menerima informasi dari internet, sebaiknya “baper”.

Jangan terlalu cepat menyebarkan informasi jika belum menganalisa isinya.Kecenderungan menyebarkan informasi yang belum dicek kebenarannya bisa merugikan banyak orang, termasuk diri sendiri.

Trend konten negatif di internet menuntut kita untuk bijak dalam menggunakannya. Dalam ber-internet, apalagi media sosial, sebaiknya seseorang memiliki self branding bagi pengguna media sosial. Hal ini bisa diartikan sebagai jati diri seseorang di dunia maya.

Tentu saja yang ditampilkan adalah citra yang positif. Martha mencontohkan dirinya yang selalu memakai batik Ulos khas Batak atau menampilkan konten-konten budaya dan kuliner dalam bersosial media. Branding diri ini penting agar kita mudah dikenal pengguna lain.

Setelah berhasil melakukan self-branding, media sosial bisa digunakan untuk kegiatan bisnis. Kegiatan bisnis melalui media sosial berpotensi menghasilkan profit yang besar. Pada skala yang lebih luas, internet adalah tempat bisnis yang lebih enteng. Denden, Owner Rumah Kopi temanggung memberikan tips berbisnis di Internet. Ia memperkenalkan google my Business.

Aplikasi yang dikembangkan google untuk membantu mempromosikan usaha online. Tips menganalisa pasar dan yang paling utama adalah komunikasi dengan pelanggan. Seorang pebisnis online tidak boleh mengabaikan pelanggannya ketika bertanya atau berinteraksi.

Pada dasarnya, internet dapat dijadikan media pendidikan ataupun hiburan yang positif. Intinya, kita harus pandai-pandai menggunakannya. Kesadaran pengguna semakin penting mengingat konten-konten negatif yang di blokir masih bisa diakses dengan cara tertentu. Bijaklah dalam menggunakan internet, untuk masa depan indonesia yang lebih baik.

November 04, 2018

Tentang Belajar dan Pembatasan Usia CPNS

Seorang teman tiba-tiba mengeluh, "bro, saya tidak lulus". Saya sempat berpikir satu detik sampai ingat bahwa temanku ini ikut ujian CPNS. Curhatnya pun berlanjut dengan kalimat-kalimat mendayu-dayu. Kalimat-kalimat yang secara otomatis saya jawab "sabar".

Tak henti temanku ini berkeluh-kesah. Hampir semua keluh kesah itu saya dengar, sebagian tak saya dengar karena otak saya sedang mencari kalimat yang tepat sebagai tanggapan. Kususun sudah kalimat menenangkan, semacam motivasi dan empati ala Mario Teguh di TV dulu, toh yang saya ucapkan tetap kata "sabar".

Bantahan saya baru keluar setelah dia mengucap "sia-sia saya belajar". Entah kenapa tiba-tiba kejutan listrik statis menyala-nyala di otak saya. Mungkin karena latar belakang saya seorang guru, maka kata "belajar" menjadi kunci rangkaian kata-kata.

Saya pernah mendengar bahwa belajar tidak pernah sia-sia. Belajar tidak begitu linear dengan kelulusan seseorang dalam tes. Keberhasilan belajar bukan diukur dengan instrumen tes saja. Keberhasilan belajar bisa dilihat dari perubahan tingkah laku atau cara berpikir.

Akan tetapi menurut pandangan Konfusius, belajar bisa sia-sia jika kita tidak berpikir. Seseorang yang menganggap dirinya belajar dengan mengerjakan kemungkinan soal, bisa jadi minim berpikir. Jika itu terjadi, maka belajar itu menjadi sia-sia.

Jika kita belajar sambil berpikir, maka belajar IPS bagi seorang guru IPA pun ada gunanya. Bukan pada kebutuhan praktisnya untuk mengajar, tetapi menjadi sintesa dalam menulis bebas seperti yang saya lakukan sekarang.

Di perguruan tinggi, saat masih kuliah di jurusan fisika, saya pernah merasa bahwa belajar Biologi Umum, Kimia dasar dan kalkulus berjilid-jilid itu tidak penting. Beberapa tahun kemudian, di SMP mata pelajaran IPA terpadu lahir. Saya tidak kaku lagi menggunakan miksroskop dan tabung reaksi. Matematika dalam kalkulus menjadi penting, karena ternyata salah satu kesulitan belajar anak-anak pada pelajaran IPA adalah matematikanya.

Bukan hanya pada bidang keilmuan lain, saya juga pernah merasa sia-sia belajar buku terjemahan Hallyday & Resnick. Buku dua edisi yang kalau ditumpuk setinggi kucing itu, rupanya tetap berguna walaupun hanya mengajar fisika di SMP.

Saya ingin kembali mempertanyakan gaya belajar teman ini. Apakah dia hanya mengerjakan soal latihan lalu menghapal jawaban?. Pertanyaan itu tak jadi saya utarakan. Ia lebih dulu berkata "sia-sia saya mengabdi". Saya mengerti kekecewaannya, bahwa usianya saat ini sudah 35 tahun. Jika aturan tak berubah, tahun ini adalah tahun terakhir kesempatan ikut seleksi CPNS. Tentu tak etis menghakimi cara belajarnya.

Ia mengabdi sejak lulus kuliah. Bahkan saya masih kuliah, teman saya ini sudah jadi honorer. saya sangat memahami, bahwa usahanya untuk belajar adalah bentuk kepatuhannya pada aturan passing grade. Ia dipaksa bersaing dengan lulusan baru, yang kemampuan kognitifnya masih hangat-hangatnya.

Pemerintah mencari orang-orang kompeten. Honorer yang sudah tua diperlakukan seperti tiang lapuk, melupakan bahwa tiang itu pernah menyangga sisi rumahnya yang kosong tanpa tiang. Bertahun-tahun lalu, beberapa kantor masih kekurangan PNS, termasuk guru. Maka diisilah kekurangan ini dengan merekrut honorer. Pekerja yang tak dijamin masa tua dan kesehatannya. Kehadiran mereka membuat roda pemerintahan tetap berjalan.

Terbitnya Undang-Undang ASN semakin mempertegas kegamangan masa tua para honorer. Sekalipun dijanjikan perjanjian kerja, toh tetap harus dites lagi. Sekali lagi, pengabdian mereka tak diperhitungkan di usia yang semakin menua. Kita semua sepakat bahwa negara butuh ASN berkualitas, Akan tetapi kualitas mereka di masa muda mungkin saja telah dikuras habis oleh negara itu sendiri.

October 12, 2018

Mata Dajjal dan Mata Mangiwang

Anjungan Pantai Manakarra (google maps)
Saya termasuk salah satu orang yang terkejut melihat citra google maps Anjungan Pantai  Manakarra di Mamuju, Sulawesi Barat. Simbol mata satu yang tergambar jelas di Pantai Manakarra ini tersohor sebagai simbol yang digunakan kelompok Illuminati untuk menandakan keberadaannya. Simbol mata satu illuminati diyakini  mirip dengan Dajjal, Si Iblis akhir zaman. Kemiripannya digambarkan dalam berbagai hadits Rasululah SAW, bahwa dajjal memilki satu mata yang menonjol seperti buah anggur.

Karakter religius masyarakat Sulawesi Barat tentu tak bisa menerima keberadaan simbol Dajjal. Apalagi jika berada di ibukota Provinsi. Masyurnya Illuminati sebagai kelompok rahasia penentang agama yang dalam perkembangannya dikaitkan dengan pemuja setan, tak mungkin dibiarkan ada di Sulawesi Barat. Sehingga sangat rasional jika masyarakat mendesak pemugaran. 

Tak hanya di Sulbar, seluruh Indonesia juga sempat dihebohkan ketika sebuah akun youtube memperlihatkan kedekatan Illuminati dan grup band Dewa 19. Sorotan paling tajam ditujukan kepada punggawa band tersebut, Ahmad Dhani. Album, video klip dan konser Dewa 19 selalu menampakkan simbol mata satu. Uraian lebih rinci tentang Illuminati dan Dewa 19 tidak akan saya jabarkan disini karena memang tulisan ini bukan untuk itu.

Saya hanya ingin menggarisbawahi bahwa konspirasi Illuminati ini ternyata cukup kuat mempengaruhi perspektif masyarakat Indonesia. Saya sendiri masih belum percaya seratus persen tentang keberadaan Illuminati. Saya masih percaya bahwa Illuminati hanyalah teori konspirasi yang selevel dengan bumi datar.

Mata Sawa dan Mata Mangiwang

Menghadirkan simbol mata di Sulawesi Barat bagi saya tidak sepenuhnya bisa digaris merah. Jika kita merujuk sejarah abad ke 17, di awal mula bersatunya Tanah Mandar dalam satu federasi.  Tujuh kerajaan dari pesisir (Pitu Baqbana Binanga)dan tujuh kerajaan dari hulu (Pitu Ulunna Salu) di Mandar membuat perjanjian Allawungang Batu di Luyo. Salah satu poin dalam perjanjian 14 kerajaan ini adalah perjanjian pertahanan keamanan wilayah Mandar.

Bagian yang membahas tentang “mata” dalam perjanjian ini saya kutip dari blog Kompadansa Mandar sebagai berikut :
"Pitu Ulunna Salu Memmata di sawa, Pitu baqbana Binanga memmata di mangiwang"
(Bagai Piton menjaga sarangnya itulah Pitu Ulunna Salu, bagai hiu ang mengintai lautnya itulah Pitu Baqbana Binanga)
Kalimat ini adalah sebuah perumpamaan bahwa 7 kerajaan di pegunungan menjaga musuh dari arah daratan, sedangkan tujuh kerajaan dari pesisir menjaga musuh dari arah laut.  Perjanjian ini adalah perjanjian pertahanan keamanan regional yang cukup menyulitkan kerajaan-kerajaan yang ingin menjajah Tanah Mandar.

Jika simbol mata di Pantai Manakarra adalah representasi dari mata mangiwang (mata hiu), maka tak salah membuatnya menjadi simbol persatuan di Sulawesi Barat. Tentu saja, perlu membuat satu lagi mata sawa (mata piton) di wilayah pegunungan Sulawesi Barat.

Fenomena ini menimbulkan pertanyaan dalam diri saya. Apakah Blue print Anjungan Pantai Manakarra tidak pernah dikaji sebelum proyek dimulai?

September 20, 2018

Kriteria dan Unggah Dokumen Seleksi CPNS BKN 2018

Tahun 2018, Badan Kepegawaian Negara membuka lowongan CPNS di lingkungan BKN Pusat dan Regional. Formasi Untuk kantor BKN Sebagai berikut :

BKN Pusat 76 formasi,
Kantor Regional I BKN Yogyakarta 6 formasi

Kantor Regional II BKN Surabaya 6 Formasi

Kantor Regional III BKN Bandung 3 Formasi

Kantor Regional IV BKN Makassar 8 Formasi

Kantor Regional V BKN Jakarta 3 Formasi

Kantor Regional VI BKN Medan 4 Formasi

Kantor Regional VII BKN Palembang 3 Formasi

Kantor Regional VIII BKN Banjarmasin 3 Formasi

Kantor Regional IX BKN Jayapura 7 Formasi

Kantor Regional X BKN Denpasar 2 Formasi

Kantor Regional XI BKN Manado 5 Formasi

Kantor Regional XII BKN Pekan Baru 3 Formasi

Kantor Regional XIII BKN Banda Aceh 4 Formasi

Kantor Regional XIV BKN Manokwari 7 Formasi

Unit Penyelenggara Seleksi Calon dan Penilaian Kompetensi Pegawai Aparatur Sipil Negara Sorong (Papua Barat) 5 Formasi

Unit Penyelenggara Seleksi Calon dan Penilaian Kompetensi Pegawai Aparatur Sipil Negara Sofifi (Maluku Utara) 5 Formasi

Unit Penyelenggara Seleksi Calon dan Penilaian Kompetensi Pegawai Aparatur Sipil Negara Mamuju (Sulawesi Barat) 5 Formasi

Unit Penyelenggara Seleksi Calon dan Penilaian Kompetensi Pegawai Aparatur Sipil Negara Tanjung Selor (Kalimantan Utara) 5 formasi

Unit Penyelenggara Seleksi Calon dan Penilaian Kompetensi Pegawai Aparatur Sipil Negara Palangkaraya (Kalimantan Tengah) 5 formasi

Unit Penyelenggara Seleksi Calon dan Penilaian Kompetensi Pegawai Aparatur Sipil Negara Pangkal Pinang (Kep. Bangka Belitung) 5 formasi.

Rincian jabatan setiap kantor dan Unit dapat dilihat di sscn.bkn.go.id. Untuk Persyaratan, kriteri dan Dokumen Pendaftaran seleksi CPNS BKN sebagai berikut :

Persyaratan Umum 

1.  Warga Negara Indonesia;

2.  Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa;

3.  Tidak berkedudukan sebagai CPNS/PNS, Calon Anggota/Anggota TNI/POLRI;

4.  Tidak menjadi anggota atau pengurus partai politik atau terlibat politik praktis;

5.  Tidak pernah diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau tidak dengan hormat sebagai PNS/TNI/POLRI  atau diberhentikan tidak dengan hormat sebagai pegawai swasta;

6.  Tidak  pernah  dipidana dengan pidana  penjara berdasarkan putusan pengadilan  yang sudah mempunyai kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana dengan pidana penjara 2 (dua) tahun atau lebih;

7.  Memiliki kualifikasi pendidikan sesuai dengan persyaratan jabatan;

8.  Berkelakuan baik;

9.  Sehat jasmani dan rohani sesuai dengan persyaratan jabatan yang dilamar;

10.  Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia;

11.  IPK Minimal dan akreditasi program studi dari BAN-PT pada saat lulus, sebagai berikut:
Jenjang pendidikan S1
Akreditasi program studi A, IPK minimal 3,00
Akreditasi program studi B, IPK minimal 3,15
Akreditasi program studi C, IPK minimal 3,30
Jenjang pendidikan S2
Akreditasi program studi A, IPK minimal 3,20
Akreditasi program studi B, IPK minimal 3,35
Akreditasi program studi C, IPK minimal 3,50
12.  Menguasai Bahasa Inggris yang dibuktikan dengan hasil TOEFL/Preparation TOEFL dalam 2 tahun terakhir dengan nilai minimal 450;

13.  Untuk pelamar lulusan dari luar negeri,  ijazahnya telah mendapatkan penetapan penyetaraan dari Panitia Penilaian Ijazah Luar Negeri Kementerian  yang bertanggung jawab di bidang Pendidikan Tinggi;

14.  Berusia paling rendah 18 (delapan belas) tahun dan paling tinggi 35 (tiga puluh lima) tahun pada saat melamar;

15.  Bagi pelamar pria dan wanita dilarang memiliki tato dan bagi pelamar pria dilarang memiliki tindik.

Kriteria Pelamar 

1.  Cumlaude  adalah  pelamar  lulusan terbaik (cumlaude/dengan pujian) dari Perguruan Tinggi terakreditasi A/Unggul dan Program Studi terakreditasi A/Unggul pada saat lulus dan dibuktikan dengan keterangan lulus cumlaude/dengan pujian pada ijazah atau transkrip nilai.

2.  Disabilitas Fisik adalah pelamar yang mengalami keterbatasan fisik, kelainan, kerusakan pada fungsi gerak yang diakibatkan oleh kecelakaan atau pembawaan sejak lahir. Contoh: amputasi, celebral palsy (kelainan kongenital pada gerakan, otot, atau postur) dan orang kecil.

3.  Putra/Putri Papua dan Papua Barat adalah pelamar yang mempunyai garis keturunan orang tua (bapak/Ibu) Asli dari Papua, dibuktikan dengan akta kelahiran dan/atau surat keterangan lahir yang bersangkutan dan diperkuat dengan surat keterangan dari Kepala Desa/Kepala Suku.

4.  Diaspora adalah pelamar   yang menetap di luar Indonesia dan memiliki Paspor Indonesia yang masih berlaku serta bekerja sebagai tenaga profesional di bidangnya minimal selama 2 (dua) tahun yang dibuktikan dengan surat rekomendasi dari tempat yang bersangkutan bekerja.

5.  Umum adalah pelamar yang tidak termasuk kriteria pelamar nomor 1, 2, 3, dan 4.

Unggah Dokumen 

Pelamar mengunggah dokumen dalam bentuk scan, yang meliputi:

a.  Swafoto dengan Kartu Identitas dan Kartu Informasi Akun;

b.  Kartu Tanda Penduduk/Surat Keterangan Kependudukan;

c.  Pasfoto dengan latar belakang warna merah;

d.  Surat lamaran ditulis tangan dengan tinta hitam yang ditujukan kepada Panitia Seleksi CPNS BKN Tahun 2018 dan ditandatangani di atas meterai 6000;

e.  Ijazah/Surat Keterangan Lulus asli;

f.  Transkrip Nilai/Transkrip Nilai Sementara asli;

g.  Sertifikat TOEFL/Preparation TOEFL dalam 2 tahun terakhir;

h.  Bagi Pelamar dengan  kriteria  Cumlaude,  ditambah dengan Surat Keterangan yang
menunjukkan Akreditasi Program Studi dan Universitas dari Badan Akreditasi Nasional
Perguruan Tinggi (BAN-PT) bernilai A/Unggul;

i.  Bagi Pelamar dengan kriteria Disabilitas Fisik, ditambah dengan surat keterangan dokter
dari rumah sakit Pemerintah yang menerangkan jenis/tingkat disabilitas;

j.  Bagi Pelamar dengan kriteria Putra/Putri Papua dan Papua Barat, ditambah dengan KTP
ayah/ibu,  akta kelahiran dan/atau  surat keterangan lahir yang bersangkutan  serta  surat keterangan dari Kepala Desa/Kepala Suku;

k.  Bagi Pelamar dengan kriteria Diaspora, ditambah dengan surat rekomendasi dari tempat
yang bersangkutan bekerja serta surat keterangan bebas dari permasalahan hukum yang dikeluarkan oleh Kementerian Luar Negeri.

Dokumen pada poin g serta h/i/j/k digabung menjadi satu  file  lalu diunggah pada  ‘Dokumen Pendukung Lainnya’.

Pendaftaran CPNS tahun 2018 BKN akan dimulai pada tanggal 26 september sampai 10 Oktober. 2018.

September 19, 2018

Syarat dan Tata Cara Pendaftaran CPNS Kaltara 2018

Pemerintah Provinsi Kaltara pada pendaftaran CPNS tahun 2018 ini mendapatkan jatah 500 formasi yang terdiri dari Tenaga Guru sebanyak 275 (dua ratus tujuh puluh lima), Tenaga Kesehatan sebanyak 175 (seratus tujuh puluh lima), dan Tenaga Teknis sebanyak 50 (lima puluh).

Seperti tahun sebelumnya, Pemprov Kaltara menentukan bahwa berkas fisik harus diantar langsung ke BKD Kaltara di Tanjung Selor. Alamat lengkapnya dapat anda lihat pada bagian tata cara pendaftaran.

Berdasarkan KEPUTUSAN GUBERNUR KALIMANTAN UTARA NOMOR 800.08 / 692 / 2.1 – BKD TENTANG KEBUTUHAN PEGAWAI APARATUR SIPIL NEGARA DI LINGKUNGAN PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN UTARA TAHUN ANGGARAN 2018, berikut ini lampiran persyaratan dan tata cara pendaftaran CPNS Pemprov Kaltara 2018 :

I. PERSYARATAN UMUM
1. Warga Negara Indonesia yang memiliki kualifikasi pendidikan (jenjang dan jurusan) sesuai dengan persyaratan jabatan yang dibutuhkan;

2. Usia paling rendah 18 (depalan belas) tahun dan paling tinggi 35 (tiga puluh lima) tahun 00 (nol) bulan 00 (nol) hari pada saat melamar pada http://sscn.bkn.go.id. ditunjukkan dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang masih berlaku dan sesuai dengan yang tertera pada Ijazah;

3. Tidak pernah dipidana dengan pidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang sudah mempunyai kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana atau kasus narkoba;

4. Tidak pernah diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau diberhentikan tidak dengan hormat sebagai CPNS/PNS/Anggota TNI/Polri atau diberhentikan tidak dengan hormat sebagai CPNS/PNS/Anggota TNI/Polri/pegawai BUMN/BUMD atau diberhentikan tidak dengan hormat sebagai pegawai swasta;

5. Tidak berkedudukan sebagai CPNS/PNS/Calon Anggota TNI/Polri serta Anggota TNI/Polri/Siswa Sekolah Ikatan Dinas Pemerintah;

6. Tidak menjadi anggota atau pengurus partai politik atau terlibat politik praktis;

7. Memiliki kualifikasi pendidikan sesuai dengan persyaratan jabatan;

8. Sehat jasmani dan rohani sesuai dengan persyaratan jabatan yang dilamar;

9. Tidak memiliki ketergantungan terhadap narkotika dan obat-obatan terlarang atau sejenisnya;

10. Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia atau negara lain yang ditentukan oleh Pemerintah;

11. Berkelakuan baik;

12. Calon Pelamar hanya dapat mendaftar pada 1 (satu) instansi/daerah dan 1 (satu) formasi jabatan dalam 1 (satu) jenis formasi (Formasi Umum/Formasi Khusus Lulusan Terbaik (Cumlaude)/Formasi Khusus Disabilitas);

13. Calon pelamar merupakan lulusan Perguruan Tinggi Dalam Negeri dan Program Studi yang terakreditasi dalam Badan akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT);

14. Untuk calon pelamar yang memiliki ijazah pendidikan dari luar negeri perlu dilampirkan penyetaraan ijazah dan atau surat penetapan pengakuan sederajat dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang
pendidikan setelah dinilai lebih dahulu oleh tim penilai ijazah luar negeri di Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi atau Menteri Agama/Direktur bagi pendidikan keagamaan;

15. Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) dari Perguruan Tinggi yang Terakreditasi, minimal 2,30 (dua koma tiga puluh) untuk pendaftar/pelamar yang berasal dari Provinsi/Kabupaten/Kota di wilayah Provinsi Kalimantan Utara (yang dibuktikan dengan Kartu Tanda Penduduk dan Kartu Keluarga);

16. Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) dari Perguruan Tinggi yang Terakreditasi, minimal 2,75 (dua koma tujuh lima) untuk pendaftar/pelamar yang berasal dari luar wilayah Provinsi Kalimantan Utara;

17. Ketentuan dan persyaratan bagi pelamar formasi khusus Putra/Putri Lulusan Terbaik Berpredikat Dengan Pujian (Cumlaude) dari Perguruan Tinggi Dalam atau Luar Negeri :

a. Putra/Putri Lulusan Terbaik Berpredikat Dengan Pujian (Cumlaude) dari Perguruan Tinggi Dalam atau Luar Negeri minimal jenjang pendidikan Strata 1;

b. Calon pelamar merupakan lulusan dari Perguruan Tinggi Dalam Negeri dengan predikat dengan pujian (cumlaude) dan berasal dari Perguruan Tinggi terakreditasi A/Unggul dan Program Studi terakreditasi A/unggul pada saat kelulusan;

c. Calon pelamar dari lulusan Perguruan Tinggi Luar Negeri dapat mendaftar setelah memperoleh penyetaraan ijazah dan surat
keterangan yang menyatakan predikat kelulusan setara dengan angka b) di atas dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi;

18. Ketentuan dan persyaratan bagi pelamar formasi khusus Penyandang Disabilitas :

a. Calon pelamar dari penyandang disabilitas wajib melampirkan surat keterangan dokter yang menerangkan jenis/tingkat disabilitasnya sebagaimana format terlampir;

b. Bagi peserta penyandang disabilitas Tuna Netra diberikan tambahan waktu Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) sampai dengan 120 (seratus dua puluh) menit;

c. Panitia wajib melakukan verifikasi persyaratan pendaftaran dengan mengundang/melihat calon pelamar untuk memastikan kesesuaian formasi dengan tingkat/jenis disabilitas yang disandang.

19. Persyaratan lain sesuai kebutuhan Jabatan yang ditetapkan oleh PPK (Pejabat Pembina Kepegawaian).

II. PERSYARATAN KHUSUS

1. Membuat surat lamaran yang dibuat dengan tulisan tangan sendiri, tinta hitam, menggunakan huruf kapital, dan ditandatangani asli di atas materai Rp. 6000,- sebanyak 2 (dua) rangkap ditujukan Kepada Gubernur Kalimantan Utara di Tanjung Selor, dengan melampirkan :

a. Asli Ijazah Perguruan Tinggi yang berbahasa Indonesia dan BUKAN berbahasa Inggris (Asing) serta Fotokopi yang disahkan/dilegalisir oleh Rektor/Dekan/Ketua/Direktur bagi Universitas/Institut/Sekolah Tinggi/Akademi/Politeknik, dengan stempel basah dan bukan stempel fotokopi (scan), sebanyak 2 (dua) rangkap;

b. Asli Transkrip Nilai Akademik yang berbahasa Indonesia dan BUKAN berbahasa Inggris (Asing) serta Fotokopi yang disahkan/dilegalisir oleh Rektor/Dekan/Ketua/Direktur bagi Universitas/Institut/Sekolah Tinggi/Akademi/Politeknik/Perguruan Tinggi Negeri/Swasta, dengan stempel basah dan bukan stempel fotokopi (scan),
sebanyak 2 (dua) rangkap;

c. Bagi pelamar/pendaftar pada formasi Jabatan Tenaga Kesehatan WAJIB menyertakan/melampirkan Asli Surat Tanda Registrasi (STR) yang masih berlaku/aktif dan fotokopi yang disahkan/dilegalisir oleh Majelis Tenaga Kesehatan Indonesia (MKTI)/Majelis Tenaga Kesehatan Provinsi (MTKP)/Pejabat yang
Berwenang menurut peraturan perundang-undangan (Undang-Undang RI Nomor 36 Tahun 2014 dan Permenkes RI Nomor 46
Tahun 2013);

d. Bagi pelamar/pendaftar pada formasi Jabatan Guru DAPAT menyertakan/melampirkan Asli Sertifikat Pendidik yang  dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta fotokopi yang disahkan/dilegalisir oleh Pejabat yang Berwenang (Permendikbud Nomor 37 Tahun 2017);

e. Tidak menerima calon pelamar yang menggunakan Surat Keterangan Lulus (SKL);

f. Pas photo warna berlatar belakang merah ukuran 3 x 4 sebanyak 3 lembar dan 4 x 6 sebanyak 3 lembar;

g. Surat Pernyataan tidak pernah dihukum penjara, dan lain-lain yang ditandatangani di atas materai 6000 oleh calon pelamar
sebagaimana format terlampir, sebanyak 2 (dua) rangkap;

h. Surat Pernyataan tidak akan mengajukan pindah tugas dengan alasan apapun meskipun yang bersangkutan tetap mengajukan pindah, sebelum memiliki masa kerja/mengabdi sekurang-kurangnya selama 15 (Lima Belas Tahun) terhitung sejak diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan
Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara, yang ditandatangani di atas materai 6000 oleh calon pelamar, sebanyak 2 (dua) rangkap sebagaimana format terlampir;

i. Asli Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) yang masih berlaku serta Fotokopi yang disahkan/dilegalisir oleh pejabat yang berwenang, sebanyak 2 (dua) rangkap;

2. Dalam lamaran harus menyebutkan jabatan yang akan dilamar;

3. Penerimaan lamaran dilaksanakan sesuai jadwal yang ditentukan dalam pengumuman;

4. Persyaratan Khusus lainnya yang dilengkapi kembali oleh pelamar setelah yang bersangkutan dinyatakan lulus seleksi penerimaan CPNS, antara lain:

a. Asli Ijazah Perguruan Tinggi yang berbahasa Indonesia dan BUKAN berbahasa Inggris (Asing) serta Fotokopi yang disahkan/dilegalisir oleh Rektor/Dekan/Ketua/Direktur bagi
Universitas/Institut/Sekolah Tinggi/Akademi/Politeknik, dengan stempel basah dan bukan stempel fotokopi (scan);

b. Asli Transkrip Nilai Akademik yang berbahasa Indonesia dan BUKAN berbahasa Inggris (Asing) serta Fotokopi yang disahkan/dilegalisir oleh Rektor/Dekan/Ketua/Direktur bagi Universitas/Institut/Sekolah Tinggi/Akademi/Politeknik/Perguruan Tinggi Negeri/Swasta, dengan stempel basah dan bukan stempel fotokopi (scan);

c. Bagi pelamar/pendaftar pada formasi Tenaga Kesehatan WAJIB menyertakan Surat Tanda Registrasi (STR) yang masih
berlaku/aktif dan fotokopi yang disahkan/dilegalisir oleh Majelis Tenaga Kesehatan Indonesia (MKTI)/Majelis Tenaga Kesehatan Provinsi (MTKP)/Pejabat yang Berwenang menurut peraturan perundang-undangan (Undang-Undang RI Nomor 36 Tahun 2014 dan Permenkes RI Nomor 46 Tahun 2013);

d. Bagi pelamar/pendaftar pada formasi Jabatan Guru DAPAT menyertakan/melampirkan Asli Sertifikat Pendidik yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta fotokopi yang disahkan/dilegalisir oleh Pejabat yang Berwenang (Permendikbud Nomor 37 Tahun 2017);

e. Pas photo warna berlatar belakang merah ukuran 3 x 4 sebanyak 3 lembar dan 4 x 6 sebanyak 3 lembar;

f. Surat Pernyataan tidak pernah dihukum penjara, dan lain-lain yang ditandatangani di atas materai 6000 oleh calon pelamar sebagaimana format terlampir;

g. Surat Pernyataan tidak akan mengajukan pindah tugas dengan alasan apapun sebelum memiliki masa kerja/mengabdi sekurang-kurangnya selama 15 (Lima Belas Tahun) terhitung sejak diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara, yang ditandatangani di
atas materai 6000 oleh calon pelamar, sebanyak 2 (dua) rangkap sebagaimana format terlampir;

h. Asli Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) serta Fotokopi yang disahkan/dilegalisir oleh pejabat yang berwenang, sebanyak 2 (dua) rangkap;

i. Asli dan Fotokopi legalisir Kartu Tanda Pencari Kerja (Ak-1) dari Dinas Tenaga Kerja;

j. Asli dan Fotokopi legalisir Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) dari Kepolisian setempat yang masih berlaku;
k. Asli dan Fotokopi legalisir Surat Keterangan berbadan Sehat Jasmani dari Rumah Sakit Pemerintah setempat;

l. Asli dan Fotokopi legalisir Surat Keterangan Sehat Rohani/Kejiwaan dari Rumah Sakit Pemerintah setempat;

m. Asli dan Fotokopi legalisir Surat Keterangan Bebas Narkoba/NAPZA (Narkotika, Psikotropika, Prekursor dan Zat Adiktif lainya) dari Rumah Sakit Pemerintah setempat;

n. Daftar Riwayat Hidup (DRH) sesuai Anak Lampiran I-c Keputusan Kepala BKN Nomor 11 Tahun 2002;

5. Semua kelengkapan tersebut disusun rapi sesuai dengan urutan di atas dan dimasukan dalam map :

a. Warna merah : Tenaga Guru
b. Warna Kuning : Tenaga Kesehatan
c. Warna Hijau : Tenaga Teknis

Pada bagian depan map tersebut ditulis NAMA LENGKAP, PENDIDIKAN, JABATAN YANG DILAMAR, ALAMAT LENGKAP SESUAI KTP DAN KK, NOMOR TELEPON/HP.

III. TATA CARA PENDAFTARAN

1. Calon pelamar seleksi penerimaan CPNS Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara Tahun 2018 dapat melakukan pendaftaran
secara online ke alamat website Portal SSCN 2018 http://sscn.bkn.go.id;

2. Pada saat pendaftaran secara online, pelamar harus membaca dengan cermat petunjuk pendaftaran online dan mencermati setiap keterangan/instruksi/pemberitahuan/peringatan yang muncul di halaman-halaman pendaftaran online tersebut.

3. Calon Pelamar Seleksi Penerimaan CPNS Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara Tahun 2018 wajib memiliki Surat Elektronik (email) yang masih aktif/berlaku.

4. Untuk melakukan pendaftaran secara online, Calon Pelamar Seleksi Penerimaan CPNS Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara Tahun 2018, wajib mempersiapkan NIK (Nomor Induk Kependudukan) Calon
Pelamar, Nomor Kartu Keluarga (KK), dan NIK Kepala Keluarga yang tercantum sesuai pada Kartu Keluarga Calon Pelamar;

5. Pendaftaran dilakukan 2 (dua) tahap yaitu pendaftaran awal untuk akun Calon Peserta Seleksi di Portal SSCN (https://sscn.bkn.go.id) dilanjutkan dengan pendaftaran formasi jabatan sesuai dengan
kualifikasi pendidikan pelamar yang sudah ditentukan dalam pengumuman. Untuk daerah yang menggunakan SSCN dapat
langsung ke menu LOGIN di Portal SSCN;

6. Calon Pelamar hanya dapat mendaftar pada 1 (satu) instansi/daerah dan 1 (satu) formasi jabatan dalam 1 (satu) jenis formasi (FormasiUmum/Formasi Khusus Lulusan Terbaik (Cumlaude)/Formasi Khusus Disabilitas);

7. Seleksi atau tes dilakukan secara nasional dengan menggunakan sistem CAT (Computer Asissted Test);

8. Semua informasi atau data yang diisikan dalam formulir pendaftaran berdasarkan dokumen asli secara benar dan dapat dipertanggungjawabkan. Apabila data yang diisikan tidak benar, maka Pelamar dapat dinyatakan gugur dan tidak dapat diproses lebih lanjut serta akan dilaporkan ke pihak kepolisian setempat;

9. Apabila pelamar tidak bisa mendaftar terkait data NIK dan Nomor Kartu Keluarga Calon Pelamar, silahkan menghubungi Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil sesuai dengan KTP pelamar, bukan
menghubungi ke Instansi/Daerah/Badan Kepegawaian Negara/Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Kalimantan Utara;

10. Pada halaman daftar di tampilan SSCN, pelamar mengisi dan membandingkan data di KTP dengan data Ijazah. Proses pemberkasan CPNS menggunakan data Ijazah sebagai data pokok kepegawaian
yang terdiri dari Nama sesuai Ijazah tanpa Gelar, Tempat dan Tanggal Lahir. Pastikan bahwa Anda mengisi data tersebut dengan benar;

11. Pastikan Anda mengisi semua data dengan benar dan lengkap. Data yang telah disimpan tidak dapat diperbaiki atau diubah;

12. Jika Anda telah berhasil melakukan pendaftaran ke Portal SSCN 2018, selanjutnya Anda harus mencetak Kartu Informasi Akun sebagai bukti bahwa pelamar berhasil mendaftar ke Portal SSCN
2018. Simpan Kartu tersebut dengan baik;

13. Setelah pelamar berhasil daftar, silahkan LOGIN ke https://sscn.bkn.go.id, kemudian masukan NIK dan PASSWORD
yang telah Anda daftarkan, lalu akan tampil halaman FORM BIODATA PESERTA;

14. Setelah pelamar mengisi biodata, pelamar dapat melanjutkan proses pendaftaran Instansi/Daerah yang dituju;

15. Pilih jenis Formasi sesuai dengan formasi yang dibuka oleh Instansi/Daerah. Pilihan jenis formasi dapat dilihat di Pengumuman;

16. Pastikan bahwa pelamar sudah yakin akan melamar di Instansi/Daerah tersebut karena Calon Pelamar hanya dapat mendaftar pada 1 (satu) instansi/daerah dan 1 (satu) formasi jabatan dalam 1 (satu) jenis formasi (Formasi Umum/Formasi Khusus Lulusan Terbaik (Cumlaude)/Formasi Khusus Disabilitas);

17. Setelah semua tahapan pendaftaran selesai, data pelamar akan masuk ke database SSCN 2018, selanjutnya pelamar dapat mencetak Kartu Pendaftaran;

18. Setelah pelamar menyelesaikan pendaftaran online, pelamar WAJIB menyerahkan semua berkas persyaratan yang telah ditentukan, ditambah dengan print out asli Tanda Bukti Pendaftaran online SSCN 2018 beserta dokumen lamaran lengkapnya untuk diverifikasi.

Dokumen WAJIB diantar langsung oleh pelamar/pendaftar ke
PANITIA SELEKSI PENERIMAAN CPNS PEMERINTAH PROVINSI
KALIMANTAN UTARA PADA BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH (BKD) 
PROVINSI KALIMANTAN UTARA JALAN RAMBUTAN, GEDUNG 
GABUNGAN DINAS (GADIS) II, LANTAI 1, TANJUNG SELOR, 
KALIMANTAN UTARA;

19. Pelamar dapat mengikuti seleksi selanjutnya apabila dinyatakan lulus
seleksi administrasi oleh Panitia Seleksi Daerah, sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan;

20. Informasi lengkap tentang Petunjuk Pendaftaran SSCN 2018 dapat dilihat atau diunduh dilaman https://sscn.bkn.go.id/alur;

Demikianlah informasi syarat dan Tata Cara Pendaftaran CPNS 2018 untuk provinsi Kalimantan Utara. 

September 14, 2018

9 Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Pendaftaran CPNS 2018

BKN melalui akun Twitternya memastikan pendaftaran CPNS tahun 2018 dibuka pada tanggal 19 September 2018. Pernyataan ini disampaikan oleh Kepala BKN Bima Haria Wibisana dalam rapat BKN Hari Jumat (14/09/2018). Artinya, Portal sscn.go.id sudah bisa diakses pada tanggal itu.

Beberapa teman kebingungan dengan istilah dalam pendaftaran CPNS kali ini. Misalnya tentang diaspora yang mendapat kesempatan untuk ikut dalam seleksi CPNS 2018.

Agar lebih jelas, saya membuat 9 daftar istilah penting dalam seleksi CPNS tahun 2018 beserta defenisinya. Defenisi saya ambil dari Permenpan RB No 36 tahun 2018. Istilah-istilah tersebut sebagai berikut :

1. Kompetensi Dasar adalah kemampuan dan karakteristik dalam diri seseorang berupa pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang menjadi ciri-ciri seorang Pegawai Negeri Sipil Republik Indonesia.

2. Kompetensi Bidang adalah kemampuan dan karakteristik dalam diri seseorang berupa pengetahuan, keterampilan, perilaku yang diperlukan dalam pelaksanaan tugas jabatannya sehingga individu mampu menampilkan unjuk kerja yang tinggi dalam suatu jabatan tertentu.

3. Computer Assisted Test (CAT) adalah suatu metode seleksi/tes dengan menggunakan komputer.

4. Daftar Nilai adalah daftar yang memuat nama peserta, kode jabatan, kode pendidikan, kode Instansi, nomor ujian, nilai, dan peringkat hasil seleksi.

5. Passing Grade adalah nilai ambang batas kelulusan Seleksi Kompetensi Dasar. Untuk pengadaan Calon Pegawai Negeri Sipil Tahun 2018, nilai ambang batas kelulusan (passing grade) akan ditetapkan dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi tersendiri.

6. Diaspora adalah Warga Negara Indonesia yang menetap di luar Indonesia dan bekerja sebagai tenaga profesional di bidangnya yang bukan merupakan penerima bantuan dari pemerintah.

7. Eks Tenaga Honorer Kategori II adalah tenaga honorer yang terdaftar dalam database Badan Kepegawaian Negara dan memenuhi persyaratan perundang-undangan yang berjumlah 438.590 (empat ratus tiga puluh delapan ribu lima ratus sembilan puluh).

8. Tenaga Pendidik Eks Tenaga Honorer Kategori II adalah tenaga honorer eks THK-2 yang telah bertugas sebagai Guru.

9. Tenaga Kesehatan Eks Tenaga Honorer Kategori II adalah tenaga honorer eks THK-2 yang telah bertugas sebagai:

  • Dokter Umum/Spesialis, 
  • Dokter Gigi/Spesialis, 
  • Bidan, 
  • Perawat, 
  • Perawat Gigi, 
  • Apoteker, 
  • Asisten Apoteker, 
  • Pranata Laboratorium Kesehatan, 
  • Teknik Elektromedis, 
  • Perekam Medis, 
  • Fisioterapis, 
  • Radiografer, 
  • Sanitarian, 
  • Nutrisionis,
  • Epidemiolog Kesehatan, 
  • Entomolog Kesehatan, 
  • Refraksionis Optisien, 
  • Administrator Kesehatan, 
  • Penyuluh Kesehatan Masyarakat, 
  • Analis Kesehatan; 
  • Penguji Kesehatan dan Keselamatan Kerja (Tenaga Kesehatan Lingkungan Kerja). 
Beberapa istilah terkait CPNS 2018 bukan hanya ini saja. Masih ada istilah lain yang sudah umum di gunakan. Semoga saja informasi terbatas ini bermanfaat untuk pembaca semuanya.

September 08, 2018

Formasi CPNS Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2018

Foto : sulbar.kemenkumham.go.id
Formasi CPNS Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2018 telah resmi dirilis oleh Badan Kepegawaian Daerah Sulawesi Barat. Dari 298 Formasi yang diusulkan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat mendapat jatah 280 formasi.

Formasi CPNS Sulbar didominasi guru dan tenaga kependidikan. Sebanyak 191 guru dan tenaga kependidikan siap diterima di provinsi ini. Selebihnya terbagi ke  tenaga kesehatan sebanyak 59 orang dan tenaga teknis fungsional sebanyak 48 orang. 

Menurut Drs. Amujid, Pendaftaran direncanakan akan dimulai pada tanggal 19 September 2018 di portal sscn.bkn.go.id. Seluruh peserta menjalani tes dengan sistem Computers Assisten Test (CAT) yang akan dilaksanakan di kantor UPT BKN Mamuju, Sulawesi Barat.

Untuk saudara-saudara yang memerlukan rincian Formasi CPNS Sulbar 2018, Berikut rincian Formasi CPNS di Lingkungan Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2018

A. Guru Dan Tenaga Kependidikan :
1. Ahli Pertama – Guru Agama Islam
– S1 Pendidikan Agama Islam = 7
Penempatan :
SMA Negeri 1 Duripoku
SMA Negeri 1 Dapuran
SMA Negeri 1 Sarjo
SMA Negeri 2 Topoyo
SMK Negeri 1 Budong-budong
SMK Negeri 1 Tapango
SMA Negeri 2 Karossa
2. Ahli Petama – Guru Agama Kristen Protestan
-S-1 Pendidikan Agamar Kristen = 7
Penempatan :
SMA Negeri 1 Kalumpang
SMA Negeri 1 Tabulahan
SMA Negeri 2 Tommo
SMA Negeri 1 Sesenapadang
SMK Negeri 1 Bambalamotu
SMK Negeri Lambanan
SMK Negeri 1 Rantebulahan Timur
3. Ahli Pertama – Guru Bahasa Indonesia
-S-1 Pendidikan Bahasa Indonesia = 19
Penempatan :
SMK Negeri 1 Dapurang
SMK Negeri 1 Tandukkaluak
SMK Negeri 1 Tikke
SMK Negeri 1 Pana
SMK Negeri 1 Papalang
SMK Negeri 1 Bambang
SMK Negeri 1 Pana
SMK Negeri Labuang
SMA Negeri 2 Karossa
SMA Negeri 1 Sarjo
SMA Negeri 1 Nosu
SMA Negeri 2 Topoyo
SMA Negeri 1 Tapango
SMA Negeri 2 Pasangkayu
SMA Negeri 2 Tommo
SMA Negeri 1 Bambaira
SMA Negeri 1 Baras
SMA Negeri 1 Pangale
SMA Negeri 1 Duripoku
4. Ahli Pertama – Guru Bahasa Inggris
-S-1 Pendidikan Bahasa Inggiris = 12
Penempatan :
SMA Negeri 1 Duripoku
SMA Negeri 1 Bambaira
SMA Negeri 1 Bulutaba
SMA Negeri 1 Papalang
SMA Negeri 1 Tabulahan
SMA Negeri 1 Nosu
SMA Negeri 2 Budong-Budong
SMA Negeri 1 Sesenapadang
SMK Negeri 1 Budong Budong
SMK Negeri Bulo
SMK Negeri 1 Bambalamotu
SMK Negeri 1 Bambang
5. Ahli Pertama – Guru Biologi
-S-1 Pendidikan Biologi = 16
Penempatan :
SMK Negeri 1 Budong Budong
SMK Negeri 1 Baras
SMK Negeri 1 Bambang
SMK Negeri 1 Buntumalangka
SMK Negeri 1 Dapurang
SMK Negeri 1 Tikke
SMK Negeri 1 Pana
SMA Negeri 1 Duripoku
SMA Negeri 1 Kalumpang
SMA Negeri 1 Sarjo
SMA Negeri 1 Simboro
SMA Negeri 2 Topoyo
SMA Negeri 1 Bambaira
SMA Negeri 1 Tapango
SMA Negeri 1 Nosu
SMA Negeri 2 Karossa
6. Ahli Pertama – Guru Fisika = 13
-S-1 Pendidikan Fisika
Penempatan :
SMK Negeri 1 Baras
SMK Negeri Tapango
SMK Negeri 1 Pana
SMK Negeri 1 Rantebulahan Timur
SMK Negeri 1 Budong Budong
SMK Negeri 1 Papalang
SMK Negeri 1 Tikke
SMA Negeri 1 Dapurang
SMA Negeri 1 Sarjo
SMA Negeri 2 Tommo
SMA Negeri 1 Sesenapadang
SMA Negeri 1 Bambaira
SMA Negeri 1 Duripoku
7. Ahli Pertama – Guru IPA
S-1 Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam = 9
Penempatan :
SMK Negeri Tapango
SMK Negeri Bulo
SMK Negeri 1 Baras
SMK Negeri 1 Bambalamotu
SMK Negeri 1 Dapurang
SMK Negeri 1 Tikke
SMK Negeri 2 Baras
SMA Negeri 2 Karossa
SMA Negeri 2 Topoyo
8. Ahli Pertama – Guru IPS
-S-1 Ilmu Pengetahuan Sosial = 10
-Penempatan :
SMK Negeri Tapango
SMK Negeri Bulo
SMK Negeri 1 Tutar
SMK Negeri 1 Papalang
SMK Negeri 1 Tikke
SMK Negeri Lambanan
SMA Negeri 2 Karossa
SMA Negeri 1 Simboro
SMA Negeri 1 Duripoku
9. Ahli Pertama – Guru Matematika
-S-1 Pendidikan Matematika 16
Penempatan :
SMK Negeri Labuang
SMK Negeri Bulo
SMK Negeri Paku
SMK Negeri 1 Bambalamotu
SMK Negeri 1 Dapurang
SMK Negeri 1 Rantebulahan Timur
SMA Negeri 1 Kalumpang
SMA Negeri 1 Bulutaba
SMA Negeri 1 Pangale
SMA Negeri 1 Sarjo
SMA Negeri 1 Dapurang
SMA Negeri 1 Tapango
SMA Negeri 1 Tabulahan
SMA Negeri 1 Nosu
SMA Negeri 2 Topoyo
SMA Negeri 1 Duripoku
10. Ahli Pertama – Guru Kimia
-S-1 Pendidikan Kimia = 14
Penempatan :
SMK Negeri 1 Budong Budong
SMK Negeri Luyo
SMK Negeri Bulo
SMK Negeri 1 Tutar
SMA Negeri 1 Duripoku
SMA Negeri 1 Bambaira
SMA Negeri 1 Karossa
SMA Negeri 1 Sarjo
SMA Negeri 1 Simboro
SMA Negeri 2 Tommo
SMA Negeri 1 Tobadak
SMA Negeri 1 Baras
SMA Negeri 1 Tapango
SMA Negeri 2 Karossa
11. Ahli Pertama – Guru Agribisnis Tanaman Pangan Dan Hortikultura
-S-1/A-1V Pertanian Agribisnis = 6
Penempatan :
SMK Negeri 1 Budong Budong
SMK Negeri 1 Mamuju
SMK Negeri 1 Mamasa
SMK Negeri 1 Pana
SMK Negeri 1 Bambalamotu
SMK Negeri Sulbar
12. Ahli Pertama – Guru Agribisnis Tanaman Perkebunan
-S-1/A-1V Perkebunan = 6
Penempatan :
SMK Negeri 1 Tutar
SMK Negeri 7 Majene
SMK Negeri 1 Tikke
SMK Negeri 6 Majene
SMK Negeri 9 Majene
SMK Negeri 1 Pana
13. Ahli Pertama – Guru Administrasi Perkantoran
-S-1 Pendidikan Administrasi Perkantoran = 6
Penempatan :
SMK Negeri 1 Rantebulahan Timur
SMK Negeri 1 Tobadak
SMK Negeri Luyo
SMK Negeri 1 Tutar
SMK Negeri 2 Pasangkayu
SMK Negeri 1 Baras
14. Ahli Pertama – Guru Ekonomi
S-1 Pendidikan Ilmu Ekonomi = 12
Penempatan :
SMA Negeri 1 Tapango
SMA Negeri 1 Duripoku
SMA Negeri 1 Bambaira
SMA Negeri 1 Bonehau
SMA Negeri 1 Kalumpang
SMA Negeri 1 Papalang
SMA Negeri 1 Sarjo
SMA Negeri 1 Tabulahan
SMA Negeri 1 Tommo
SMA Negeri 2 Budong-Budong
SMA Negeri 1 Tobadak
SMA Negeri 2 Topoyo
15. Ahli Pertama – Guru Sejarah
-S-1 Pendidikan Sejarah = 14
Penempatan :
SMK Negeri Labuang
SMK Negeri 1 Karossa
SMK Negeri 1 Baras
SMK Negeri 1 Tandukkaluak
SMK Negeri 1 Tikke
SMK Negeri 1 Aralle
SMA Negeri 1 Duripoku
SMA Negeri 1 Bambaira
SMA Negeri 1 Baras
SMA Negeri 1 Sarjo
SMA Negeri 1 Nosu
SMA Negeri 1 Sesenapadang
SMA Negeri 2 Topoyo
SMA Negeri 2 Karossa
16. Ahli Pertama – Guru Sosiologi
-S-1 Pendidikan Sosiologi = 9
Penempatan :
SMA Negeri 1 Duripoku
SMA Negeri 1 Bambaira
SMA Negeri 1 Baras
SMA Negeri 1 Tapango
SMA Negeri 1 Tabulahan
SMA Negeri 1 Tommo
SMA Negeri 1 Nosu
SMA Negeri 1 Sesenapadang
SMA Negeri 2 Topoyo
17. Ahli Pertama – Guru Teknik Gambar Bangunan
-S-1 Pendidikan Teknik Bangunan = 4
Penempatan :
SMK Negeri 2 Pasangkayu
SMK Negeri 1 Rangas
SMK Negeri 1 Karossa
SMK Negeri 1 Tandukkaluak
18. Ahli Pertama – Guru TIK
-S.1/A-IV Komputer Teknik Informatika = 11
Penempatan :
SMK Negeri 1 Budong Budong
SMK Negeri Bulo
SMK Negeri 1 Dapurang
SMK Negeri 1 Aralle
SMA Negeri 1 Duripoku
SMA Negeri 1 Bambaira
SMA Negeri 1 Baras
SMA Negeri 2 Budong-Budong
SMA Negeri 1 Nosu
SMA Negeri 1 Tobadak
SMA Negeri 1 Dapurang
B. Tenaga Kesehatan :
S-1 Kedokteran – 10 Rumah Sakit Umum Daerah
S-1 Fisika Medik – 3 Rumah Sakit Umum Daerah
S-1/D-IV Fisioterapi – 2 Rumah Sakit Umum Daerah
S -1Apoteker – 2 Rumah Sakit Umum Daerah
S-1 Teknik Laboratorium Kesehatan – 3 Rumah Sakit Umum Daerah
S-1 Kesahatan Masyarakat – 2 Rumah Sakit Umum Daerah
D-III Keperawatan – 20 Rumah Sakit Umum Daerah
D-III Kebidanan – 3 Rumah Sakit Umum Daerah
D-III Farmasi – 3 Rumah Sakit Umum Daerah
D-III Kesehatan Teknik Radiodiagnostik & Radioterapi – 2 Rumah Sakit Umum Daerah
D-III Terapi Wicara – 2 Rumah Sakit Umum Daerah
D-III Gizi – 3 Rumah Sakit Umum Daerah
S-1 Kesehatan Lingkungan – 2 Rumah Sakit Umum Daerah
S-1 Epidemiolog Kesehatan – 2 Dinas Kesehatan
C. Tenaga Teknik Fungsional :
S-2 Perencanaan dan Kebijakan Publik – 1 Badan Penelitian Dan Pengembangan Daerah
S-2 Ilmu Politik – 1 Biro Tata Pemerintahan
S-2 Ilmu Pemerintahan Hubungan Internasional – 1 Biro Tata Pemerintahan
S-1 Administrasi Negara – 1 Badan Kepegawaian Daerah (BKD)
S.1 Teknik Sipil – 1 Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR)
S.1 Arsitektur – 1 Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP)
S.1 Teknik Sipil Keairan 1 Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR)
S.1 Ilmu Pemerintahan/Ilmu Hukum – 1 Inspektorat
S.1 Kedokteran Hewan – 2 Dinas Pertanian
S.1 Pertanian – 1 Dinas Pertanian
S.1 Pertanian – 2 Dinas Perttanian
S.1 Budidaya Pertanian – 1 Dinas Pertanian
S.1 Peternakan – 1 Dinas Pertanian
S-1 Perikanan Dan Kelautan – 1 Dinas Kelautan
S.1 Perikanan – 1 Dinas Kelautan
S.1 Kesehatan dan Lingkungan Kerja – 1 Dinas Tenaga Kerja
S.1 Teknik Kimia – 1 Dinas Lingkungan Hidup
S.1 Teknologi Mineral Pertambangan – 2 dinas Energi Dan Sumberdaya Mineral
S.1 Ekonomi Perpajakan – 2 Badan Pengelola Keuangan Dan Pendapatan Daerah
S.1 Kehutanan – 2 Dinas Kehutanan
S.1 Teknologi Industri Kimia – 2 Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi Dan Ukm
S.2 Komputer – 2 Dinas Komunikasi, Informatika Dan Persandian