April 29, 2019

Pilpres Itu adalah

Tags
Setiap peristiwa ada klimaksnya. Semua akan kembali ke titik normal. Pada waktunya. Demikian juga peristiwa politik. Berjalan seperti biasa. Guru-guru tetap memegang spidol. Petani tetap menggarap lahan. Pedagang masih setia berjualan. Kuli-kuli bangunan masih tetap bekerja keras.
Lalu apa yang berubah?
Yang berubah adalah golongan anu. Si anu akan jadi menteri. Si anu akan memegang proyek triliunan. Si anu akan jadi pejabat di sana atau di sini. Si anu menunggu balas budi.
Begitulah, arah angin saja yang berubah. Hanya pohon-pohon tinggi yang terkena tiupannya. Sementara rumput-rumput hanya menonton goyangan pohon tinggi. Berdoa agar tak tumbang, agar rumput-rumput ini tak mati tertindih.

Baca Juga


Ada juga golongan anu yang cerdas. Punya ide-ide cemerlang, diiya-iyakan oleh sang tuan. Tapi idenya mati di tengah jalan, tertusuk duri-duri undang-undang ini itu, peraturan ini itu, kerugian ini itu. Golongan anu satu ini tak mampu berbuat apa-apa.
Yang paling menyedihkan adalah mereka yang fanatik. Berdebat keras dengan amunisi ego. Tak dibayar, karena ego memang selalu gratis. Mereka ini seperti burung-burung kecil, terbang tinggi tak sanggup, terbang rendah pun tak enak. Sesekali mereka diberi makan dari buah pohon besar, kadang juga diperangkap untuk dipelihara.
Jargon perubahan tak pernah sepi. Tertulis di baliho besar. Baliho yang nantinya jadi kandang ayam atau alas tidur para tuna wisma. Perubahan itu tak berhenti adanya. Tanpa dijanjikan pun tetap akan ada perubahan. Hanya orang-orang bodoh yang menjanjikan matahari terbit di pagi hari. Sama bodohnya dengan yang mau dijanji.
Si anu akan kembali pada musimnya. Membawa angin timur atau barat, selatan atau utara, tergantung dimana dia diuntungkan. Siklus yang tak pernah berhenti. Siklus yang terperangkap dalam sistem. Orang-orang yang berniat baik pun terperangkap dalam sistem itu. Dipaksa memainkan permainan "serang-serangan" jika ingin menang. "caleg miskin" akan selamanya jadi keajaiban, karena mesin politik tidak jalan dengan daun-daun.
Mari kita menjaga akal sehat kita. Agar tak menjadi rumput yang tertindih pohon tumbang. Agar tak menjadi burung kecil yang berkicau saat lapar. Apalagi menjadi sapi pemakan rumput, demi menghasilkan susu untuk sang tuan.

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon