October 07, 2019

Joker yang Tersisih dan Perlawanan Rakyat Miskin

Anak berkebutuhan khusus dan simbol perlawanan (Joker)
"SPOILER ALERT!"

Seorang guru harus belajar dari kisah Joker. Anak berkebutuhan khusus yang tidak diterima di lingkungan sosial. Sistem pendidikan tidak berpihak padanya. Itulah sebab ia tak punya riwayat pendidikan dalam kurikulum vitaenya. Ia memang tak mau sekolah. Impiannya cuma satu, membuat semua orang tertawa.

Pandangan umum bahwa seorang anak harus bersekolah, mendapat pekerjaan, lalu hidup damai bersama keluarga, tak bisa ia lakukan seperti orang kebanyakan. Perjalanan hidup justru menyeret joker jauh dari impiannya. 

Joker tak pernah lucu di mata orang-orang sekitarnya. Ia dianggap aneh karena tak seperti orang "normal" pada umumnya. Menjadi badutpun ia masih sering dianiaya dan disepelekan.

Terapi pengobatan penyakit psikologisnya harus terhenti karena pemotongan anggaran pemerintah. Ia adalah rakyat kecil yang jadi korban kebijakan umum, kebijakan yang tidak peduli pada pengecualian.

Kontrasnya kesenjangan sosial di kota Gotham membuat ia frustrasi. Ia melihat sekelilingnya, betapa banyak golongan miskin yang dilangkahi mayatnya. Sementara 1 orang meninggal dari golongan kaya menjadi 'headline' media massa berhari-hari.

Joker yang lugu mulai menyadari, bahwa orang-orang itu jahat pada dirinya. Puncaknya, ia lalu melakukan pembunuhan pada sekelompok pemuda yang mengganggu seorang gadis. Ia yang menggunakan riasan badut dicari-cari oleh polisi kota Gotham. Seluruh badut diperiksa.

Di sisi lain, munculnya badut pembunuh orang kaya justru menjadi bahan bakar perlawanan. Demonstrasi besar-besaran terjadi. Rakyat miskin yang selalu menjadi objek kebijakan melakukan protes besar-besaran. Semuanya menggunakan topeng badut. Joker kemudian mendapat tempat sebagai inspirator gerakan besar itu.

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon